Kenapa Valentino Rossi Berjulukan The Doctor? Ini Jawabannya

redaksi.co.id - Kenapa Valentino Rossi Berjulukan The Doctor? Ini Jawabannya Siapa tak mengenal Valentino Rossi, ia populer dengan julukan The Doctor, begini asal muasalnya, dan ternyata...

25 0

redaksi.co.id – Kenapa Valentino Rossi Berjulukan The Doctor? Ini Jawabannya

Siapa tak mengenal Valentino Rossi, ia populer dengan julukan The Doctor, begini asal muasalnya, dan ternyata ia sebelumnya punya julukan lain.

Valentino Rossi sosok fenomenal di balap motor dan hingga kini masih eksis membalap memiliki beberapa julukan lain sebelum tersemat sebutan The Doctor.

Tak sekedar julukan biasa, The Doctor dinilai cocok untuk Rossi.

Ia menggambarkan seorang ‘The Doctor’ sosok yang memiliki keahlian mumpuni di bidang tertentu.

Dan di bidang balap motor, keahliannya tak perlu diragukan terutama dengan berderet prestasi yang telah ia raih.

Ingin tahu asal mula julukan tersebut tersemat, berikut kisahnya.

Langkah Rossi di dunia balap tak lepas dari didikan ayahnya.

Graziano Rossi, sang ayah adalah seorang pembalap besar dimasa 70-an.

Tak heran ia hidup dengan udara yang kental dengan dunia balap.

Ketika masa kanak-kanak yang lain asyik dengan mainan, Rossi bermain dnegan motor balap sungguhan.

Sang penghibur

Rossi yang pertama kali bergabung di GP 500cc bersama tim milik Doohan, Nastro Azzurro- Honda, saat itu dikepalai oleh mekanik andal asal Australia, Jerremy Burgess.

Suasana paddock sangat terpengaruh oleh karakter Doohan yang temperamental.

Staf, mekanik dan tim merasakan tekanan tersebut.

Rossi melihat hal tersebut ‘berbahaya’ karena ia tak bisa membalap dengan kesenangan.

Suatu ketika ia menang dan bertekad merayakan besar-besaran.

Sejak saat itu pesta kemenangan jadi ciri khasnya.

mengutip Wikipedia, dari aksi-aksinya, Rossi bagaikan magnet yang menarik orang untuk menonton GP.

Para pecinta GP tentu masih ingat akan aksinya memboncengkan fansnya yang berkostum ayam berkeliling sirkuit, aksinya memboncengkan fans yang berpakaian dokter, ia juga pernah membonceng angka satu raksasa sebagai simbol juara dunia, juga aksi wheelie dan burnout nya yang sudah tak terhitung setiap memperoleh kemenangan.

Ia juga kerap memberikan kneepad atau topi nya kepada fansnya dengan melemparnya saat berada di podium.

Julukan-julukan Rossi

Sepanjang karier balap Rossi, ia sering berganti julukan.

Tujuannya untuk menarik perhatian sekaligus berikan hiburan.

Niatnya demi sisi ‘kesenangan’ saat balap dan untuk lucu-lucuan.

Julukan Rossifumi

Julukan Rossi ini diciptakan oleh temannya saat Rossi membalap di kelas 125cc.

Julukan tercipta karena Rossi kagum dengan pembalap Jepang yang khas dengan rambut panjangnya, Norick Abe yang saat itu berumur 17 tahun dan dengan gigih bertarung dengan Michael Doohan dan Kevin Scwantz dikelas 500cc.

Karena nama asli pembalap Jepang itu Norifumi Abe maka Rossi dijuluki Rossifumi.

Tahun 2004 Rossi dan Abe sama-sama membela Yamaha berada dalam beda tim namun satu grafis, yaitu dominasi warna biru.R

ossi berada di tim Gauloises Fortuna Yamaha Team sedangkan Abe bernaung di Fortuna Gauloises Tech 3 Yamaha Team.

Julukan Valentinik

Julukan ini berasal dari tokoh kartun Daffy Duck yang menjadi superhero yang di Italia bernama Paperinik.

Julukan ini dipakainya pada saat membalap di kelas 250cc.

Julukan The Doctor

Julukan ini setelah naik ke kelas 500cc pada musim 2000 Rossi menjuluki dirinya dengan The Doctor karena membalap di kelas 500cc butuh keseriusan dan ia merasa dirinya bukan anak kecil lagi.

Selain itu ia juga menyukai ide sebagi illmuwan gila dan melakukan eksperimen gila, ia menganggap pantas memakai julukan itu setelah mendapatkan prestasi sebagai juara dunia.

Di balap 500cc kita tidak butuh superhero. Yang kita perlukan cuma tenang, kalem, dan pemikir seperti doktor,ucapnya.

Disamping itu, nama Valentino di Italia kebanyakan digunakan oleh para doktor.

Ia juga mulai mengurangi perayaan kemenangan yang dianggapnya sudah tak pantas ia lakukan.

Cukup dengan melambai seperti pembalap lain, lalu malamnya pesta habis-habisan bareng sahabat-sahabat saya. (*)

(red/udhi/wi/nggoro/YDA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!