Dinas Perikanan dan Kelautan Sosialisasi Keamanan Pangan

LAMONGAN Redaksi.co.id –Dinas Perikanan dan Kelautan Kab. Lamongan mengadakan sosialisasi tentang retribusi ijin usaha perikanan tentang pengolahan pangan dan pemasaran, Rabu (6/5/2015).Acara ini digelar karena ditemukan...

38 0

LAMONGAN Redaksi.co.id –Dinas Perikanan dan Kelautan Kab. Lamongan mengadakan sosialisasi tentang retribusi ijin usaha perikanan tentang pengolahan pangan dan pemasaran, Rabu (6/5/2015).

Acara ini digelar karena ditemukan beberapa makanan olahan di Lamongan yang mengandung formalin dan borax.
Acara ini di buka oleh Watik Aprijanti dari Dinas Kesehatan Kab. Lamongan Bagian Penyehatan Lingkungan memberikan materi tentang keamanan pangan, khususnya makanan olahan ikan, mulai dari pemilihan ikan yang benar-benar segar dan bisa membedakan ikan yang telah diberi formalin.

Banyaknya penggunaan bahan tambahan pangan yang ngawur dan telah dianggap biasa oleh para pengusaha bisa mengakibatkan penyakit kanker, seperti halnya pewarna untuk mengolah makanan dari olahan ikan laut/tambak.

Ada beberapa jenis pewarna yang dilarang yakni: metanil yelow biasanya digunakan untuk krupuk dan tahu kuning pewarna untuk cat dan tekstil, Rhodamin B (merah) ciri warna merah mencolok.

“Kalau pengusaha ingin mengambil laba lebih maka harus juga memperhatikan aturan kesehatan dan aturan konsumsi untuk para konsumen,” ujar Watik.
Ada pengawet makanan yang dilarang dalam tambahan pengolahan pangan yang bisa berakibat fatal pada konsumen, seperti asam borat, asam salisilat, dietilpirokarbonat, dulcin, formalin, kalium bromat, kalium klorat, kloramfenikol, minyak nabati yang dibrominasi, nitrofurazon.

“Dulcomara, kokain, bahan-bahan pengawet tersebut biasa digunakan pada mie dan bakso, kita harus berhati-hati dalam membeli makanan apakah terdftar di BPPOM, karena makanan dengan olahan frozen food ada harus ijin BPPOM. Jika sudah tercantum maka kwalitas pangan olahan bisa dikategorikan baik,” tambah Watik.

Dari Dinas Perikanan Bagian Pengolahan Pangan dan Pemasaran, Arif Soedjanarta mengatakan, pentingnya kepedulian pengusaha untuk memperhatikan kesehatan pangan, karena jika kwalitas pangan rendah dan terbukti ada bahan tambahan pangan yang dilarang bisa menuai pencabutan ijin usaha dan sanksi administratif, dan yang paling rugi adalah turunnya konsumen untuk membeli makanan olahan tersebut.

“Hanya dengan tetap menjaga kwalitas pangan dan menyesuaikan harga pasar insya allah usaha Frozen food bisa berjalan stabil dan makin diburu di pasaran,” ujar arif.

Acara yang diikuti oleh sekitar 50 orang tersebut rata-rata dihadiri oleh pengusaha frozen food dan pengusaha ikan basah. Dan di akhir acara Dinas Perikanan dan Kelautan akan menggratiskan para pengusaha baru dalam mendaftarkan ijin usaha dan mendaftar di BPPOM, agar kwalitas pangannya diakui Dinas Kesehatan.

Diharapkan pengusaha mulai dari skala rumah tangga dan nasional hingga impor untuk mengurus surat ijin tersebut.(angga mega)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!