Deretan Lini Serang Paling Uzur Klub-klub Indonesia

redaksi.co.id - Deretan Lini Serang Paling Uzur Klub-klub Indonesia Tua-tua keladi, makin tua makin jadi. Mungkin, kalimat tersebut bisa disematkan untuk beberapa pemain ini. Pada usia...

10 0

redaksi.co.id – Deretan Lini Serang Paling Uzur Klub-klub Indonesia

Tua-tua keladi, makin tua makin jadi. Mungkin, kalimat tersebut bisa disematkan untuk beberapa pemain ini. Pada usia yang terbilang uzur, mereka masih mampu tampil gemilang di Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 presented by IM3 Ooredoo.

Sepak bola Indonesia bisa dibilang menjadi tempat pembuktian penyerang-penyerang gaek. Banyak pemain asing maupun lokal yang bertarung menjadi yang terbaik dalam Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 presented by IM3 Ooredoo khususnya.

Bahkan, klub-klub juga tak segan menduetkan para pemain tua ini sebagai ujung tombak. Hasilnya, tak usah diragukan, beberapa pemain tua bahkan sudah menunjukkan kapasitasnya di turnamen ini.

Meski sementara menepi karena cedera, ada pula yang baru bergabung. Potensi duet mereka meski pada usia terbilang senja diprediksi bakal berbahaya.

Lalu, siapa sajakah lini serang paling udzur di Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 presented by IM3 Ooredoo?

1. Alberto Goncalves & Hilton Moreira (Sriwijaya FC)

Sebuah perjudian besar dijalankan Pelatih Sriwijaya, Widodo C Putro. Dia mempercayakan sepenuhnya lini serang Laskar Wong Kito kepada duet Beto dan Hilton yang jika digabung berusia 70 tahun.

Beto dan Hilton sama-sama sudah berumur 35 tahun. Namun, performa keduanya masih saja menakutkan bagi lini belakang lawan.

Terbukti, dalam tiga laga terakhir ini, keduanya sudah menciptakan tiga gol. Beto dengan torehan dua gol, sedangkan Hilton satu gol.

Pundi-pundi gol ini tentu bakal bertambah, seiring dengan klopnya permainan Sriwijaya FC. Apalagi, Sriwijaya FC didukung oleh beberapa playmaker andal, macam Eka Ramdani, Firman Utina, hingga M. Ridwan.

2. Cristian Gonzales & Gustavo Giron (Arema Cronus)

Siapa yang meragukan ketajaman Cristian Gonzales? Meski sudah berumur, pemain naturalisasi asal Uruguay ini masih rajin mencetak gol bagi Arema.

Pada Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 presented IM3 Ooredoo kali ini, dia kedatangan penyerang sepadan, yakni Gustavo Giron. Meski lebih muda dari Gonzales, Giron sudah menginjak usia 29 tahun, cukup matang untuk striker.

Bila usia Gonzales dan Giron digabungkan, lini serang Arema mencapai 68 tahun. Namun, umur bukan alasan, terutama bagi Gonzales.

Buktinya, Gonzales yang kini tengah menepi karena cedera sudah mengantongi satu gol. Begitu pula dengan Giron. Jika melihat performa Arema sejauh ini, maka kedua pemain tersebut sangat berpotensi untuk menambah golnya.

3. Juan Belencoso & Samsul Arif (Persib Bandung)

Pada Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 presented by IM3 Ooredoo kali ini, Persib bisa dibilang sangat mengandalkan dua penyerang gaeknya. Namun, pelatih Dejan Antonic sepertinya belum menemukan formula yang tepat untuk lini penyerangan mereka.

Belencoso yang kini 34 tahun belum menunjukkan performa yang menjanjikan. Begitu pula dengan Samsul Arif yang sudah menginjak usia 31 tahun.

Namun, potensi lini penyerangan Persib yang ditotal berumur 65 tahun ini terbilang besar. Belencoso yang memiliki rekam jejak cemerlang dari Kitchee FC tersebut, bahkan pernah masuk nominasi pemain terbaik Asia.

Belencoso bakal didukung dengan kecepatan yang ditampilkan Samsul Arif. Tetapi keduanya masih membutuhkan adaptasi lantaran belum genap tiga bulan bergabung bersama Maung Bandung.

4. Herman Dzumafo & Steven Imbiri (Persela Lamongan)

Persela saat ini diisi oleh dua penyerang gaek yang cukup produktif, yakni Herman Dzumafo, 36 tahun dan Steven Imbiri, 29 tahun. Bila digabungkan, lini penyerangan Persela berumur 65 tahun.

Namun memang, anak asuh Stefan Hansson ini tengah mencari permainan terbaiknya di Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 presented IM3 Ooredoo. Mereka tampak melempem di lini belakang tim, lantaran belum sekalipun meraih poin dalam kompetisi ini.

Hanya Dzumafo yang terlihat bagus permainannya. Pemain asal Kamerun ini, sudah mengemas dua gol untuk Laskar Joko Tingkir. Namun, Imbiri belum menunjukkan permainan terbaiknya.

Kendati demikian, musim masih panjang. Masih banyak kesempatan yang bisa diperoleh oleh keduanya. Beberapa pemain asing berposisi gelandang juga tampak belum padu.

5. Bambang Pamungkas & Jose Guerra (Persija Jakarta)

Paulo Camargo saat ini menggunakan formasi 4-4-2 dengan menduetkan Jose Adolfo Guerra bersama pemain muda berpotensi, Ambrizal Umanailo. Hal tersebut dilakukan sambil menunggu datangnya sang ikon, Bambang Pamungkas dalam klub.

Guerra sudah mampu menunjukkan permainannya bersama Macan Kemayoran setelah dua pertandingan sebelumnya mandul. Dia yang kini berumur 29 tahun itu sudah sukses mencetak gol ke gawang Persela Lamongan.

Namun, saat Bepe, sapaan akrab Bambang Pamungkas, datang, kemungkinan keduanya akan berduet, dan Umanailo akan ditarik ke posisi di belakang penyerang.

Kedatangan Bepe yang kini berusia 35 tahun memang sudah dinantikan lantaran dua laga absen dengan alasan pekerjaan. Dia pun kini sudah bergabung dengan tim yang akan melawan Perseru Serui akhir pekan ini.

Duet Bepe dan Guerra yang ditotal berusia 64 tahun ini berpotensi mengancam gawang lawan-lawan Macan Kemayoran. Bepe sendiri sudah mencetak dua gol dalam laga uji coba, Selasa (17/5) melawan Villa 200 selection.

Patut dinantikan, bagaimana kedua bomber ini beraksi di pentas Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 presented by IM3 Ooredoo.

Penulis: Indra Eka Setiawan

(red/ovi/riawan/NT)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!