Ada Kafein di Laut, dari Mana Asalnya?

redaksi.co.id - Ada Kafein di Laut, dari Mana Asalnya? Kafein semestinya hanya ditemukan pada kopi, berbagai produk makanan, dan minuman. Namun zat adiktif dalam level tinggi...

20 0

redaksi.co.id – Ada Kafein di Laut, dari Mana Asalnya?

Kafein semestinya hanya ditemukan pada kopi, berbagai produk makanan, dan minuman. Namun zat adiktif dalam level tinggi ini ternyata juga terdapat dalam air laut.

Peningkatan kadar kafein di beberapa tempat di lepas pantai Oregon di Samudra Pasifik membuat penasaran para ilmuwan Amerika. Keberadaan kafein di lautan diyakini datang dari luapan saluran pembuangan dan tangki septik.

Konsentrasi kafein yang tinggi dikhawatirkan berdampak buruk pada kehidupan satwa laut. “Manusia yang mengkonsumsi minuman berkafein merasakan efek biologis. Tidak terlalu mengejutkan bila kafein juga akan mempengaruhi hewan,” kata pemimpin penelitian, Elise Granek, seperti dikutip dari Science Daily .

Penelitiannya terhadap kerang pasang surut menunjukkan bahwa kafein kadar rendah berpengaruh pada kehidupan satwa laut. Paparan kafein tinggi juga ditemukan dalam badan air lainnya di seluruh dunia, termasuk Laut Utara, Laut Tengah, Puget Sound, Boston Harbor, dan Teluk Sarasota di Florida.

Pada musim semi 2010, Granek dan Rodriguez del Rey mengumpulkan dan menganalisis sampel air dari 14 lokasi pantai dan tujuh badan air yang berdekatan sepanjang utara Astoria dan selatan Brookings.

Berdasarkan penelitiannya, kandungan kafein tinggi terdapat di dekat Carl Washburne State Park dan Cape Lookout, yang jauh dari sumber polusi. Namun kafein pada kadar rendah justru ditemukan di dekat pusat populasi besar, seperti Astoria, Warrenton, dan Teluk Coos.

Granek dan rekan-rekannya percaya bahwa tingginya kadar kafein di Pasifik disebabkan oleh gaya hidup penduduk Amerika yang obsesif dengan secangkir kopi setiap hari. Ini masuk akal karena kafein tidak bisa ditemukan dalam air secara alami.

Hasil penelitian ini pula mengindikasikan bahwa tangki septik, seperti jenis yang digunakan di taman kota, kurang efektif menampung polusi. Ditemukannya kafein pada air laut mungkin juga merupakan sinyal polusi antropogenik tambahan, seperti pestisida, obat-obatan, dan kontaminan lain. SCIENCE DAILY | AMRI MAHBUB

(red/ainin/adziroh/LN)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!