Penganiayaan Suporter Persija, Polisi Disebut Bohongi Publik

redaksi.co.id - Penganiayaan Suporter Persija, Polisi Disebut Bohongi Publik Ketua Presidium Indonesian Police Watch, Neta S Pane, menyebutkan adanya kemungkinan kesalahan komunikasi dalam kasus matinya suporter...

21 0

redaksi.co.id – Penganiayaan Suporter Persija, Polisi Disebut Bohongi Publik

Ketua Presidium Indonesian Police Watch, Neta S Pane, menyebutkan adanya kemungkinan kesalahan komunikasi dalam kasus matinya suporter The Jak, Muhammad Fahreza (16).

Ia tewas usai menonton pertandingan Indonesia Soccer Championship 2016 pada Jumat malam di Gelora Bung Karno. Namun, laporan mengenai hal ini tidak sampai ke telinga petinggi di pihak kepolisian.

“Ada kebohongan publik yang dilakukan oleh polisi di jajaran bawah,” kata Neta ketika dihubungi, Jakarta, Selasa, 17 Mei 2016. Fahreza meninggal usai menonton pertandingan bola. Kepada keluarganya Fahreza sempat mengaku bahwa dirinya dipukul oleh polisi dengan benda tumpul. Namun, hal ini disanggah oleh pihak kepolisian.

Hingga saat ini kasus ini masih di proses di kepolisian untuk mencari tahu penyeban kematian korban. Namun, Neta mengatakan ada kecenderungan dari pihak polisi di jajaran bawah yang menutupi fakta ini. Apalagi jika sempat terjadi bentrokan saat pertandingan. Pasalnya, tidak ada laporan kerusuhan di GBK yang diterima oleh Polda.

Menurut Neta, ini seolah-olah dilakukan untuk menyenangkan atasannya. Karena itu, Neta menyebutkan bahwa pihak kepolisian harus menindak tegas polisi yang saat itu bertanggung jawab di lokasi tersebut. Pasalnya, polisi tersebut dianggap telah melakukan kebohongan publik.

Saat ini memang ada unit Propam yang bertanggung jawab mengenai hal ini. Namun, Neta menilai hukuman bagi polisi yang melakukan pelanggaran masih minim. Hukuman bagi polisi menurut dia tak hanya sekedar sidang etik agar tidak dianggap remeh.

“Sidang etik hanya dipenjara 20 hari maksimal harusnya diproses di pengadilan biar menimbulkan efek jera,” ujar Neta. Tak hanya, itu Neta menyebutkan pihak kepolisian juga harus mengusut tuntas kasus ini. Ia pun setuju kasus ini dibawa ke Mabes Polri dengan harapan kasus ini akan diperiksa secara menyeluruh. MAWARDAH NUR HANIFIYAN

(red/isang/ima/ijaya/RBW)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!