5 Kejadian Buruk dan Aneh di Liga Premier Inggris 2015/16

redaksi.co.id - 5 Kejadian Buruk dan Aneh di Liga Premier Inggris 2015/16 Liga Premier Inggris musim 2015/16 berakhir dengan banyaknya kejutan. Mulai dari Leicester City yang...

45 0

redaksi.co.id – 5 Kejadian Buruk dan Aneh di Liga Premier Inggris 2015/16

Liga Premier Inggris musim 2015/16 berakhir dengan banyaknya kejutan. Mulai dari Leicester City yang berhasil keluar sebagai juara hingga aksi diving manajer Manchester United, Louis van Gaal.

Seperti halnya cerita dongeng, sebuah tim kecil seperti Leicester City bisa menumbangkan raksasa Inggris, Manchester United, Liverpool, Manchester City, Arsenal hingga Chelsea. The Foxes –sebutan Leicester– menjadi juara dengan mengumpulkan 81 poin.

Tidak hanya itu saja, Harry Kane menjadi pemain asal Inggris pertama yang menjadi top skorer Liga Premier Inggris sejak tahun 2000. Striker Tottenham Hotspur itu mencetak 25 gol sepanjang musim ini.

Kejadian mengejutkan apa saja yang menarik sepanjang musim ini? Simak di halaman selanjutnya!

Chelsea

Penampilan Chelsea musim ini tak mencerminkan sebagai juara bertahan. Tim yang awalnya dipimpin oleh Jose Mourinho itu tak pernah menang dalam lima pertandingan awal. The Blues –sebutan Chelsea– menelan tiga kekalahan kala itu.

Chelsea malah sempat berada di zona degradasi. Puncaknya, manajemen memutus kontrak Mourinho sebelum Natal datang. Ketika itu, Mourinho menyebut banyak pemain yang mengkhianatinya.

Manajemen The Blues pun menunjuk Guus Hiddink sebagai suksesor Mourinho. Nakhoda asal Belanda itu membawa Chelsea lolos dari zona degradasi dan menempatkan John Terry dan kawan-kawan finis di posisi kesepuluh.

Aston Villa

Tak pernah ada yang berpikir kalau Aston Villa bakal bermain di Divisi Championships musim depan. Tim yang dibesut Erick Black itu finis sebagai juru kunci.

Aston Villa hanya meraih 17 poin. Mereka menjadi tim ketiga yang terdegradasi dengan poin rendah. Sebelumnya ada Derby Country (11 poin) pada 2007/08 dan Sunderland (15 poin) pada 2005/06.

Hal ini terjadi karena sang pemilik Randy Lerner tak bisa menemukan pengganti yang tepat saat memecat Remi Garde pada 2 November 2015. Setelah menjual pemain bintang seperti Christian Benteke, Aston Villa seperti kehilangan angin di semua lini.

Kapten Gabriel Agbonlahor pun sampai angkat kaki karena tak tahan dengan ketidakkaruan yang dialami Aston Villa.

Eden Hazard

Gelandang Chelsea, Eden Hazard tampil buruk pada musim ini. Padahal di musim 2014/15, pemain Timnas Belgia itu memenangkan PFA Player of the Year.

Entah apa yang membuat performa Hazard menurun, dia juga tidak mengalami masalah dengan cedera. Namun kenyataannya, pada musim ini, dia hanya mampu mencetak dua gol dari 30 penampilan di Liga Premier Inggris.

Dalam dua musim sebelumnya, mantan gelandang Lille itu berhasil mencetak 14 gol setiap musimnya. Hazard baru bisa mencetak gol pada pekan-pekan terakhir Liga Premier Inggris 2015/16.

Salah satunya ketika Chelsea menahan Tottenham Hotspur 2-2 di lanjutan Liga Inggris. Gara-gara golnya itu, Leicester City menjadi juara Liga Inggris lebih cepat.

Aksi Diving Louis van Gaal

Louis van Gaal melakukan aksi konyol saat Manchester United menang 3-2 atas Arsenal di Old Trafford Stadium, 28 Februari 2016. Di pinggir lapangan, dia protes kepada pengawas pertandingan sambil menjatuhkan diri.

Aksi diving Van Gaal itu sebagai bentuk protes akibat pemain Arsenal, Alexis Sanchez pura-pura terjatuh di kotak penalti MU saat berbenturan dengan Ander Herrera. Tapi, aksi diving Sanchez itu tak mendapat kartu kuning dari wasit.

Van Gaal sepertinya merasa kalau protes verbal saja tak cukup, maka dia memperagakan apa yang baru saja dilihat. Di depan Mike Dean dia tiba-tiba saja menjatuhkan dirinya. Dari posisi berbaring di atas rumput dia kembali mengajukan protes pada ofisial keempat itu.

Bursa Transfer Januari

Bursa transfer Januari 2016 benar-benar tidak menarik bagi Liga Premier Inggris. Biasanya, banyak tim yang membuat kejutan pada pertengahan musim.

Seperti halnya Chelsea yang mendatangkan Alexandre Pato dari Sao Palo. Namun striker asal Brasil itu tak banyak berkontribusi untuk The Blues. Pato hanya dimainkan dua kali selama masa peminjamannya.

Hal lebih parah menimpa Everton yang mendatangkan striker asal Senegal, Oumar Niasse dari Lokomotiv Moskow dengan mahar sebesar 13,5 juta pound. Bukannya menjadi bintang, Niasse malah mendekam di penjara.

Pria berusia 26 tahun itu menyerang sebuah properti di kawasan Greater Manchester pada Jumat (13/5/2016). Atas ulah brutalnya itu, Niasse harus menginap di hotel prodeo.

Pihak Everton telah membayar uang jaminan untuk membebaskan Niasse. Namun kepolisian Greater Manchester baru akan membebaskannya pada 27 Mei 2016 demi kepentingan penyelidikan.

(red/ambertus/usi/urek/LLH)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!