Tubuh Lalat Buah Ungkap Rahasia Umur Panjang Perempuan

118

redaksi.co.id – Tubuh Lalat Buah Ungkap Rahasia Umur Panjang Perempuan

Umur lalat buah memang pendek. Rata-rata usia hidup serangga kecil bermata merah ini sekitar 45 hari. Meski berusia pendek, lalat buah ternyata dapat menguak rahasia mengapa rata-rata perempuan berumur lebih panjang ketimbang pria.

Para ilmuwan yakin, di dalam tubuh lalat buah ( Drosophila melanogaster ) terdapat petunjuk tentang rahasia awet muda. Mereka berfokus pada mutasi DNA mitokondria, organel sel yang ada di hampir semua sel hewan, dan berfungsi mengubah makanan menjadi energi bagi sel-sel tubuh.

“Mutasi pada mitokondria hanya diwarisi dari ibu, tidak pernah dari ayah. Jadi, tidak ada cara untuk menyingkirkan mutasi yang berpotensi buruk bagi laki-laki,” kata para peneliti dalam jurnal Current Biology . Para peneliti studi ini, yang umumnya pakar penuaan, menyatakan ada banyak faktor yang menentukan kaitan antara perbedaan jenis kelamin dan usia harapan hidup.

Pada usia 85 tahun, misalnya, perbandingan jumlah perempuan dan laki-laki di Inggris adalah 3 : 2. Pada usia 100 tahun, rasionya lebih dari 2 : 1. “Kecenderungan perempuan hidup lebih lama ketimbang laki-laki juga dijumpai pada spesies lain, tidak hanya manusia,” ujar mereka.

Dalam penelitian, para ahli dari Monash University, Inggris, dan Lancaster University di Inggris ini menganalisis mitokondria dari 13 kelompok yang berbeda dari lalat buah jantan dan betina. Hasilnya menunjukkan bahwa mutasi pada DNA mitokondria banyak berpengaruh terhadap kecepatan pertumbuhan dan umur individu lalat buah.

“Menariknya, mutasi ini tidak memiliki efek yang sama terhadap pola penuaan pada betina,” kata Damian Dowling, salah seorang peneliti dari Monash University.

“Mutasi pada DNA mitokondria menyebabkan penuaan lebih cepat pada individu jantan di seluruh dunia hewan.” Dowling mengatakan, jika hanya merugikan individu jantan tapi tidak berpengaruh pada betina, mutasi ini akan lolos dari pandangan seleksi alam tanpa disadari.

“Selama ribuan generasi, mutasi tersebut hanya terkumpul pada individu jantan, sedangkan pada individu betina tidak memberikan dampak apa-apa,” seperti dikutip dari Science Daily . SCIENCE DAILY | CURRENT BIOLOGY | AMRI MAHBUB

(red/ainin/adziroh/LN)

loading...

Comments

comments!