5 Gelandang Jangkar Tangguh di Sepak Bola Indonesia

287

redaksi.co.id – 5 Gelandang Jangkar Tangguh di Sepak Bola Indonesia

Pada sepak bola modern ini, kehadiran gelandang jangkar di sebuah klub, merupakan sebuah hal yang dibutuhkan. Andil para gelandang jangkar juga ditunggu pada ajang Torabika Soccer Championship presented by IM3 Ooredoo.

Jika membicarakan sepak bola, tentu banyak yang mengira peran striker, atau gelandang serang menjadi posisi paling sentral dalam tim. Namun, yang tak kalah vital adalah pemain berposisi sebagai gelandang bertahan atau jangkar.

Kehadiran sosok gelandang jangkar ini punya dua tegas berat. Pertama, sebagai pemutus serangan lawan, dan kedua mereka kerap menjadi jembatan penghubung dari lini belakang ke menyerang.

Ambil sebuah contoh di klub Eropa, yakni Patrick Vieira sat bermain di Arsenal. Vieira dikenal mempunyai operan bola apik serta fisik yang kuat, bahkan banyak orang berpendapat kalau Vieira adalah 50 persen kekuatan Arsenal.

Hingga akhirnya, pria yang kini menangani klub Major League Soccer (MLS), New York City FC ini bisa dibilang menjadi sosok penting kala The Gunners meraih juara tiga kali juara Premier League (1997-98, 2001-02, 2003-04) dan empat Piala FA (1998, 2002, 2003, 2005).

Lantas, siapa saja pemain jangkar yang tangguh di klub-klub Indonesia sejauh ini? Berikut liputan6.com mencoba untuk memaparkannya dalam 5 halaman berikutnya:

Hariono

Bukan rahasia lagi memang, Hariono diberi julukan pekerja keras. Pasalnya, mantan pemain Deltras Sidoarjo tersebut bisa dikatakan menjadi salah satu sosok sentral keberhasilan Persib Bandung yang baru satu kali kebobolan hingga pekan ketiga ini.

Tak memiliki postur yang terlalu tinggi, Hariono buktinya mampu menjadi pemain cukup sentral. Dia bisa dibilang memiliki dua keahlian, bertahan dan menyerang.

Pada posisi bertahan, kiprah Hariono dimulai pada laga melawan Sriwijaya FC. Bahkan, Hariono menjadi pemain terbanyak yang melakukan empat tekel.

Selain itu, pemain kelahiran Sidoarjo ini bila ditotal sudah melakukan 69 persen tekel sukses dan baru satu kali menerima kartu kuning.

Untuk menyerang, jangan diragukan. Dalam tiga laga, dia sudah melakukan empat tendangan ke gawang, 12 terobosan, sembilan umpan lambung dan 15 tendangan meleset. Sedikit catatan itu, setidaknya sudah bisa membuktikan dia pantas dikukuhkan sebagai salah satu gelandang jangkar terbaik

Ade Jantra

Nama mantan pemain Pusamania Borneo FC ini bisa dikatakan menjadi salah satu kunci kecermelangan Persija Jakarta hingga pekan ketiga ini. Gaya bermainnya yang lugas, serta mampu ditempatkan di berbagai posisi menjadi nilai plus bagi Ade Jantra.

Bahkan, dia menjadi salah pencetak gol perdana di ajang TSC 2016 ini. Ade bisa memperluas opsi bagi Pelatih Paulo Camargo di lini tengah Persija.

Dia kerap berganti-ganti posisi. Kadang memulai laga di posisi sayap, kemudian pada paruh kedua turun sebagai gelandang bertahan.Rata-rata tekel suksesnya tercatat dari Lab Bola, mencapai 60 persen. Hal ini dilihat dalam tiga pertandingan yang dijalaninya bersama Macan Kemayoran.

Ferry Aman Saragih

Namanya sempat tak dilirik publik sepak bola Malang. Namun, pemain asal Kediri ini sukses menjelma menjadi salah satu kekuatan utama Arema Cronus.

Menjalani dua laga, penampilan pemain berusia 28 tahun itu cukup apik. Tekelnya yang sigap acap membuat frustrasi tim lawan.

Puncaknya kala Arema Cronus menghadapi Bhayangkara Surabaya United akhir pekan lalu. Sebenarnya, dia memanggul beban berat kala harus menggantikan peran Hendro Siswanto yang menjadi pilihan utama pada dua laga sebelumnya.

Dipasangkan dengan Raphael Maitimo dan Srdan Lopicic, tampaknya Ferry bisa menanggung beban itu. Faktanya, dia sukses melakukan satu kali blok, dan membuat Bhayangkara United tak melakukan satu tendangan tepat sasaran dalam laga itu.

Vendry Mofu

Pemain yang satu ini bisa dibilang memang cukup lugas. Dia selalu menjalani perannya dengan baik sebagai gelandang box-to-box. Bahkan, Mofu melancarkan upaya tekel sebanyak 76 kali dalam setahun terakhir.

Menurut catatan Labbola, dia hanya kalah oleh Bayu Pradana (Mitra Kukar), Hendro Siswanto (Arema), Asep Berlian (Madura United), dan Yu Hyun-koo (Semen Padang-Sriwijaya FC) untuk kategori gelandang.

Dalam tiga laga terakhir, dia dipasangkan oleh pemain asal Brasil, Diego Santos. Sejauh ini, penampilannya terbilang bagus karena baru membuat Semen Padang mengalami satu kali kekalahan di TSC 2016 ini.

Asep Berlian

Nama berikutnya ada pemain Madura United, Asep Berlian. Mantan pemain Bhayangkara Surabaya United ini memang dikenal kokoh di depan pertahanan.

Dikutip Labbola, dalam lima turnamen sebelum TSC, Asep Berlian memang impresif. Tercatat, dia melakukan 28 kali pelanggaran dan mengoleksi 6 kartu kuning. Untuk ukuran pemain dengan minimal 10 kali penampilan, namanya akan berada di peringkat pertama untuk urusan rataan tekel gagal (3.2)

Namun demikian, tampaknya pemain bernomor punggung 4 ini belum terlalu maksimal di TSC. Dalam tiga laga terakhir, Asep tak mampu membendung serangan lawan lantaran timnya sudah kebobolan enam gol.

Menilai dari tiga pertandingan bisa dibilang terlalu dini. Apalagi, Madura United belum genap lima bulan terbentuk. Pastinya, Asep masih butuh proses adaptasi bersama tim barunya ini.

Penulis: Indra Eka Setiawan

(red/ega/wi/riesta/VDA)

loading...

Comments

comments!