3 Alasan Mourinho Tak Pantas Tangani Timnas Indonesia

redaksi.co.id - 3 Alasan Mourinho Tak Pantas Tangani Timnas Indonesia Dalam dua pekan terakhir, nama mantan manajer Chelsea, Jose Mourinho menjadi buah bibir di pentas sepak...

8 0

redaksi.co.id – 3 Alasan Mourinho Tak Pantas Tangani Timnas Indonesia

Dalam dua pekan terakhir, nama mantan manajer Chelsea, Jose Mourinho menjadi buah bibir di pentas sepak bola nasional. Mourinho menjadi salah satu kandidat pelatih Timnas Indonesia setelah FIFA mencabut sanksi untuk sepak bola Tanah Air.

Nama Mourinho mencuat setelah Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi dan Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Erick Thohir berdiskusi dengan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo mengenai calon pelatih Timnas Indonesia.

Jokowi –sapaan Joko Widodo– ingin Timnas Indonesia dinakhodai pelatih asing. Saat itu, Imam Nahrawi langsung menyebut nama Mourinho, sedangkan Erick Thohir mengusulkan Guus Hiddink.

Nama Mourinho lebih diunggulkan menjadi pelatih Skuat Garuda karena belum mendapat pekerjaan usai dipecat Chelsea, akhir tahun lalu. Sementara Hiddink ingin menikmati masa liburan setelah kontraknya tidak diperpanjang Chelsea.

Wacana Indonesia merekrut Mourinho menjadi sorotan FIFA hingga media-media Inggris. Bahkan, salah satu media asing menyebut, Indonesia sebagai tim yang pantas dilatih Mourinho bila gagal menjadi manajer Manchester United.

Melihat karakteristik Mourinho dalam beberapa tahun terakhir yang sempat melatih Porto, Inter Milan, Real Madrid, dan Chelsea, pelatih berusia 52 tahun itu ternyata tidak cocok melatih Timnas Indonesia.

Ada tiga alasan Mourinho tak cocok tangani Skuat Garuda? Simak penjelasannya berikut ini!

ALASAN PERTAMA

Tak bisa dipungkiri kalau Jose Mourinho adalah salah satu pelatih terbaik di dunia. Buktinya, dia sudah memenangkan trofi Liga Champions, Liga Premier Inggris, La Liga, dan Serie A.

Keberhasilan Mourinho meraih trofi itu karena tim yang dibelanya memiliki pemain bintang, seperti Cristiano Ronaldo ketika masih menjadi pelatih Real Madrid, Diego Costa (di Chelsea), atau Samuel Eto’o saat meraih treble winner bersama Inter Milan pada 2010.

Namun sayangnya, Mourinho tak bisa mengembangkan bakat pemain muda. Hingga saat ini, belum ada pemain muda yang bersinar berkat didikannya. Kelemahan Mourinho itu diamini oleh Jamie Redknapp, salah satu komentator Liga Premier Inggris.

Redknapp mengomentari isu bergabungnya Mourinho sebagai nakhoda Manchester United. Bila hal itu terjadi, Redknapp menyebut karier pemain muda MU, Marcos Rashford bakal tamat.

“Hati saya mengatakan Manchester United harus mendapatkan Jose Mourinho saat ini, tapi kepala saya tidak yakin. Kalau saya menjadi Marcus Rashford, maka saya akan khawatir karena Mourinho tidak memiliki track record memberi peluang kepada pemain muda,” ujar Redknapp kepada Daily Mail.

Itu menjadi alasan pertama Mourinho tak pantas melatih Timnas Indonesia. Pasalnya, Skuat Garuda memiliki banyak pemain muda yang harus diasah keterampilannya, seperti Evan Dimas Darmono, Paulo Sitanggang, Terens Puhiri hingga Muchlis Hadi Ning.

ALASAN KEDUA

Sejak memulai kiprahnya sebagai pelatih pada 2000, Mourinho belum pernah melatih sebuah tim nasional. Dia selalu tertarik melatih tim-tim asal Eropa.

Ketika ada isu mengenai Timnas Indonesia yang memintanya menjadi pelatih, Mourinho dengan tegas mengatakan bahwa dia hanya mau terima tawaran dari kesebelasan asal Benua Biru.

“Saya ingin melanjutkan karier di Eropa untuk beberapa tahun ke depan,” kata pelatih kelahiran Portugal tersebut, dilansir dari AS.

Mourinho sendiri mengaku dirinya bakal melatih salah satu tim besar Eropa, dua bulan lagi. “Saya berharap bisa kembali melatih pada bulan Juli saat tim akan memulai pra musim kompetisi,” ucapnya.

ALASAN KETIGA

Mourinho pernah datang ke Indonesia pada Juli 2013. Dia datang ke Indonesia saat mantan timnya, Chelsea melakukan tur pramusim di Asia. Ketika itu, The Blues –sebutan Chelsea– menang besar 8-1 atas Tim All Stars Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karto (SUGBK).

Usai pertandingan, Mourinho mengkritik habis gaya permainan pemain Indonesia yang dinilainya jauh di bawah standard. Dia menyebut Indonesia tak punya potensi.

“Jika Indonesia tidak punya potensi spesial, maka bermainlah dengan penuh kegairahan yang besar dan kebanggaan,” kata Mourinho selepas laga Chelsea vs Timnas Indonesia saat itu di SUGBK (25/7/2013).

(red/endarmono/l/idarto/HAS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!