4 Misi Utama Peluncuran Satelit Lapan-A3 di India

redaksi.co.id - 4 Misi Utama Peluncuran Satelit Lapan-A3 di India Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional akan meluncurkan Satelit Lapan-A3/IPB pada Juni mendatang, di India. Satelit itu...

51 0

redaksi.co.id – 4 Misi Utama Peluncuran Satelit Lapan-A3 di India

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional akan meluncurkan Satelit Lapan-A3/IPB pada Juni mendatang, di India. Satelit itu membawa empat misi utama. Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin mengatakan satelit itu sudah berada di India. “Awal Mei sudah dikirim ke India, semula ditargetkan meuluncur 10 Juni, tapi ada pergerseran kemungkinan pada pekan terakhir Juni,” kata Thomas, Rabu, 18 Mei 2016, seusai bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla, di kantor Wapres, Jakarta.

Lapan-A3/IPB adalah satelit generasi ketiga buatan Lapan yang dirancang di fasilitas Rancabungur, Bogor. Pengujian satelit juga ini melibatkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Lapan sebelumnya telah meluncurkan dua satelit, yakni Satelit Lapan-A1/Tubstat pada 2007 dan Satelit Lapan-A2/Orari pada 2015.

Thomas mengatakan Satelit Lapan-A3/IPB akan mempunyai orbit polar dengan ketimggian orbit 500 meter. Satelit akan mengelilingi bumi 14 kali dalam sehari, tapi melintasi Indonesia empat kali, yakni dua kali di siang hari dan dua kali di malam hari. “Ada empat misi yang akan dibawa Satelit Lapan-A#/IPB,” kata Thomas.

Misi pertama adalah pemantauan lahan, khususnya pertanian. Misi ini dilakukan bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor. Nantinya IPB akan mengekstrak informasi yang terkait pertanian. Kedua, adalah misi pemantauan kapal. Data yang didapat Satelit Lapan A3-/IPB akan melengkapi data dari Satelit Lapan A2/Orari.

Satu satelit Lapan mampu mendeteksi 2,4 juta kapal secara global. Melalui keberadaan Satelit Lapan-A2 dan Lapan-A3 diharapkan pemantauan kapal bisa lebih akurat karena frekuensi lintasannya jadi lebih sering. Thomas mengatakan misi pemantauan kapal ini juga bisa dikaitkan dengan pertahanan dan keamanan nasional.

Dalam hal interpertasi, data yang didapat satelit bisa dimanfaatkan bermacam-macam, misalnya terkait manuver kapal-kapal yang mencurigakan dalamapek illegal fihishing dan aspek lain yang harus dicermati. Ketiga adalah misi keilmuan (saintifik) yakni untuk pengukuran medan magnet bumi. Serta keempat adalah misi uji eksperimen yang dikembangkan insinyur Lapan. Ini terkait uji sensor bintang untuk mengarahkan sikap dari satelit dan reaction will untuk pengendalian satelit. Kalau misi keempat ini berhasil, Thomas mengatakan, eksperimen ini akan terus digunakan untuk generasi satelit berikutnya. “Jadi kemandirian dari komponen satelit secara bertahap akan dikuasai,” kata Thomas.

Dia mengatakan pilihan peluncuran di India karena Lapan telah memiliki kerja sama dengan negeri Hindustan itu. Kerja sama ini memungkinkan biaya peluncuran lebih murah dan prosedur peluncurannya relatif lebih mudah. Biaya pembuatan Satelit Lapan-A3 mencapai Rp 60 milira, sementara Lapan-A1 sekitar Rp 35 miliar, dan Lapan-A2 sekitar Rp 50 miliar.

Satelit-satelit tersebut, kata Thomas, adalah murni dibuat di Indonesia oleh insintur Lapan dan dengan fasilitas Indonesia, baik itu fasilitas Lapan maupun fasilitas dari instansi terkait, seperti BPPT dan LIPI. Pembuatan satelit ini adalah upaya menuju kemandirian di bidang teknologi satelit. “Jadi walaupun ini kelas satelit mikro, tapi ini kelas tahapan penguasaan teknologi satelit,” kata Thomas.

Secara bertahap dengan ketersediaan anggaran, kata Thomas, Lapan ingin mengembangkan satelit kelas besar yang lebih operasional. AMIRULLAH

(red/udhi/wi/nggoro/YDA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!