Fenomena Blue Moon, Ini Penjelasannya

redaksi.co.id - Fenomena Blue Moon, Ini Penjelasannya Sebuah Blue Moon atau Bulan Purnama Biru adalah fenomena yang cukup jarang menampilkan sebuah bulan purnama tambahan dalam jangka...

76 0

redaksi.co.id – Fenomena Blue Moon, Ini Penjelasannya

Sebuah Blue Moon atau Bulan Purnama Biru adalah fenomena yang cukup jarang menampilkan sebuah bulan purnama tambahan dalam jangka waktu tertentu. Namun untuk jangka waktu yang mana? Ada dua definisi dari istilah ini.

Makna yang lebih tua mendefinisikan Blue Moon sebagai bulan purnama ketiga dalam sebuah musim yang memiliki empat bulan purnama. Blue Moon ini terjadi setiap 2,7 tahun.

Mengapa bulan purnama ketiga? Berbagai musim biasanya memiliki tiga bulan penuh, dan beberapa, karena alasan adat dan agama, harus terjadi pada waktu tertentu dalam setahun. Seperti “Moon Before Yule”, yakni Blue Moon sebelum Natal.

Ada empat musim astronomi dalam setahun, yaitu musim semi (Maret hingga Juni), musim panas (Juni hingga September), musim gugur (September hingga Desember), dan musim dingin (Desember hingga Maret).

Makna lainnya, Blue Moon adalah bulan purnama kedua dalam satu bulan kalender. Definisi ini menjadi populer dalam beberapa tahun terakhir karena salah tafsir dari definisi asli almanak tersebut.

Yang mana yang benar? Nah, karena bahasa dan makna dari kata-kata terus berevolusi, silakan pilih sendiri. Keduanya umum digunakan saat ini.

Dengan definisi baru, terjadi Blue Moon pada Sabtu, 21 Mei 2016. Secara online, Slooh Community Observatory menawarkan webcast live gratis dari bulan purnama Mei itu mulai pukul 08.00 EDT (0000 GMT). Anda dapat mengikuti webcast Slooh di Slooh.com. Anda juga dapat menonton webcast Blue Moon pada Space.com.

Blue Moon tidaklah mesti berwarna biruhal itu terjadi hanya sekali dalam sebuah bulan biru. Namun ada kemungkinan sedikit biru di setiap bulan purnama.

SPACE | ERWIN Z.

(red/ega/wi/riesta/VDA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!