Korban Awan Panas Gunung Sinabung Bertambah, 6 Meninggal

redaksi.co.id - Korban Awan Panas Gunung Sinabung Bertambah, 6 Meninggal Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan korban...

12 0

redaksi.co.id – Korban Awan Panas Gunung Sinabung Bertambah, 6 Meninggal

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan korban jiwa dari awan panas letusan Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara bertambah.

Dari data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo, Ahad 22 Mei 2016, tercatat ada 9 orang yang terkena awan panas.

Sutopo menjelaskan semua korban saat ini berada di RS Efarina Etaham Kabanjahe. Kesembilan korban itu adalah warga Desa Gamber, Kecamatan Simpang Empat, Karo, Sumatera Utara.

“Enam orang meninggal dunia, tiga orang kritis dengan luka bakar terkena awan panas,” kata Sutopo dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Ahad, 22 Mei 2016.

Menurut Sutopo, korban saat itu berada di zona merah ketika Gunung Sinabung meletus disertai semburan awan panas pada Sabtu kemarin pukul 16.48.

Keenam korban meninggal di antaranya Karman Milala 60 tahun, Irwansyah Sembiring 17 tahun, Nantin Br. Sitepu 54 tahun, Leo Perangin-angin, Ngulik Ginting, dan Ersada Ginting 55 tahun.

Sutopo berujar saat ini masih ada tiga orang korban yang mendapat perawatan di rumah sakit. Ketiganya yaitu Brahim Sembiring 57 tahun, Cahaya Sembiring 75 tahun, dan Cahaya Br. Tarigan 45 tahun.

Sementara itu, pada Sabtu kemarin korban tercatat berjumlah 7 orang dengan 3 orang yang meninggal dan 4 lainnya terluka akibat awan panas. Sutopo mengatakan Tim SAR gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, Palang Merah Indonesia, relawan serta masyarakat masih mencari korban lainnya dengan menyisir rumah dan kebun masyarakat.

Tidak diketahui jumlah warga yang berada di Desa Gamber ketika Gunung Sinabung meluncurkan awan panas. Alasan ekonomi membuat sebagian masyarakat nekat tetap tinggal di zona merah itu untuk mengelola ladangnya. Harusnya tidak ada aktivitas masyarakat.

Desa Gamber berada pada radius 4 kilometer di sisi tenggara dari puncak kawah Gunung Sinabung. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah menetapkan desa itu sebagai zona merah karena bahaya awan panas, lava pijar, bom, lapilli, abu pekat, dan material erupsi lainnya.

Sejak 31 Oktober 2014, Desa Gamber direkomendasikan sebagai daerah berbahaya. Masyarakat yang tinggal di daerah itu harus direlokasi ke tempat aman.

Tidak hanya di Gamber saja, kata Sutopo, warga Desa Kuta Tonggal, Gurukinayan, dan Berastepu pun harus direlokasi pada tahap kedua. Keempat desa itu dihuni sebanyak 1.683 kepala keluarga dengan total 4.967 jiwa. DANANG FIRMANTO

(red/usland/argarito/RM)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!