Muslimah Ini Percaya Diri Selfie di Depan Demonstran Anti-Muslim

    230

    redaksi.co.id – Muslimah Ini Percaya Diri Selfie di Depan Demonstran Anti-Muslim

    Seorang muslimah remaja mampu membuat banyak orang tersenyum sekaligus tak berkutik. Terlebih bagi sekelompok demonstran anti-muslimdi Belgia.

    Zakia Belkhiri berdiri dengan penuh percaya diri di depan grup sayap kanan nasionalis Flemish, yang menyebut dirinya Vlaams Belang. Lantas dengan santai ia mengambil telepon genggam dan berselfie dengan latar belakang kelompok itu.

    Grup anti-muslimitu tengah berdemonstrasi di acara Muslim Expo di Antwerp, Belgia.

    Kelompok itu melalukan aksi protes di luar acara yang tengah memamerkan gaya hidup, kesenian dan kebudayaan muslim. Mereka membawa spanduk dan selebaran bertuliskan ‘Jilbab Dilarang’ dan ‘Hentikan Islam’.

    Sambil asyik berselfie, seorang fotografer bernama Jurgen Augestyns mengambil aksi berani Zakia dan mempublikasikannya di Vice. Lantas, ribuan orang seluruh dunia membagi dengan berbagai ucapan semangat dan positif.

    Menanggapi respons yang luar biasa, Zakia pun kaget sekaligus senang.

    “Aku cuma selfie dan sekarang viral ke mana-mana. Jadi, kesimpulannya, jangan pernah menyerah. Terus berharap!” kicau Zakia dalam Twitternya seperti dilansir dari Telegraph, Kamis (19/5/2016).

    Ia juga menambahkan kalau dukungan itu adalah impian seluruh remaja termasuk menjelaskan alasan mengapa ia memutuskan untuk menghadapi para pengunjuk rasa.

    “Aku tidak mau sombong apalagi menyebarkan kebencian. Aku hanya ingin tampak cool… dan ternyata sukses!” lanjut Zakia sambil memberi ikon 2 jari tanda damai.

    “Aku tak hanya menghargai Islam tapi seluruh agama! Yahudi, muslim, kristen! Toh kita percaya pada satu Tuhan, bukankah begitu?” tulis Zakia lagi.

    Saat selfie terjadi ada sekitar 40 orang demonstran. Politisi Flemish dari kelompok Vlaam Belang, Filip Dewinter mengatakan akan tetap pada pendirian untuk bersikap anti terhadapmuslim.

    “Kami akan terus menjadi oposisi atas islamisasi di kota kami, negara kami dan Eropa,” kata Dewinter.

    Belgiakini tengah menjadi sorotan karena dianggap sebagai ‘sarang ekstrimis’ setelah teror Brussels pada Maret lalu. Gerakan sayap kanan anti-muslim makin marak di berbagai kota negeri itu.

    (red/andhi/urhartanto/SN)

    loading...

    Comments

    comments!