Mengapa Hidung Manusia Bervariasi Bentuknya?

redaksi.co.id - Mengapa Hidung Manusia Bervariasi Bentuknya? Mancung, pesek, melengkung atau berlubang agak besar, hidung manusia sangat bervariasi. Para peneliti kini menemukan gen yang berperan dalam...

36 0

redaksi.co.id – Mengapa Hidung Manusia Bervariasi Bentuknya?

Mancung, pesek, melengkung atau berlubang agak besar, hidung manusia sangat bervariasi. Para peneliti kini menemukan gen yang berperan dalam pembentukan variasi organ penciuman manusia.

Temuan baru ini bisa membantu pada ilmuwan lebih memahami akar variasi ini. ”Peran tiap gen akan membantu kita tahan evolusi Neanderthal menuju manusia moderen,” ungkap ahli biologi sel dan perkembangan University College London, Kaustubh Adhikari seperti dikutip Live Science, Kamis (19/5).

Temuan ini juga akan membuat pemahaman pengaruh gen pada tampilan fisik manusia yang akan juga penting pada aplikasi forensik. Meski banyak yang berpikir bentuk hidung murni tampilan artistik, para ilmuwan menduga perbedaan bentuk hidung berubah di lingkungan berbeda dengan alasan berbeda.

”Misalnya hidung kecil warga Eropa yang disesuaikan untuk adaptasi terhadap suhu dingin dan kering,” ungkap ahli biologi lain University College London Andrs Ruiz-Linares.

Mengenal gen yang memengaruhi bentuk hidung akan membantu para peneliti perubahan wajah pada spesies lain. Penelitian dilakukan terhadap 6.000 orang dari Kolombia, Peru, Brasil, Cile dan Meksiko dalam studi biodiversitas kehidupan manusia di Amerika Latin atau disebut Studi CANDELA.

Peserta studi ini memiliki campuran keturunan Kaukasia, Afrika, dan pribumi Amerika yang menghasilkan banyak variasi tampilan wajah. Para peneliti menganalisis tampilan wajah peserta studi dan melakukan rekonstruksi tiga dimensi untuk mendapatkan ukuran pasti tampilan wajah peserta.

Kemudian, tim peneliti melihat dan mengidentifikasi tiga gen yang berperan dalam pembentukan tulang keras dan tulang rawan yang berkaitan pula dengan pembentukan hidung. Dua gen yang disebut GLI3 dan PAX1 berpengaruh pada ukuran lebar hidung, sementara gen lainnya DCH2 berperan dalam ukuran tinggi hidung. Gen keempat, RUNX2, berperan dalam ukuran panjang hidung.

Tiga gen, GLI3, RUNX2 dan DCH2 nampak berubah selama periode tertentu, termasuk pada Neanderthal dan Denisovan. Temuan ini juga menunjukkan gen-gen ini berada di bawah tekanan kuat seleksi alam di masa lampau.

(red/aini/J)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!