Fakta Tentang Pembunuhan Sadis Terhadap Eno di Dadap

redaksi.co.id - Fakta Tentang Pembunuhan Sadis Terhadap Eno di Dadap Seorang wanita muda bernama Eno Parihah (18) ditemukan tewas dalam keadaan babak belur dan tanpa busana...

38 0

redaksi.co.id – Fakta Tentang Pembunuhan Sadis Terhadap Eno di Dadap

Seorang wanita muda bernama Eno Parihah (18) ditemukan tewas dalam keadaan babak belur dan tanpa busana di dalam kamar karyawan Polyta Global Mandiri, di Jalan Raya Perancis Pergudangan 8 Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang pada Jumat (13/5).

Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya sudah menetapkan tiga tersangka dalam kasus pembunuhan sadis yang menimpa Eno.

“Ada 3 orang yang sudah kami tingkatkan statusnya menjadi tersangka,” ujar Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Senin (16/5).

Ketiga tersangka yakni RAL alias A, RAF dan IM. Salah satu tersangka berinisial RAL ditangkap karena kedapatan menguasai handphone milik gadis asal Serang, Banten itu.

Berikut fakta tentang Eno Parihah

1. Eno Farihah lahir di Kampung Bangkir, Kelurahan Pagandikan, Lebak Wangi, Kabupaten Serang, Banten. Berusia 18 tahun.

2. Eno merupakan anak keempat dari tujuh bersaudara. Dari pasangan Fahri dan Mahfudoh

3. Eno lulus dari sebuah SMK di Serang, Banten. Setelah itu dia bekerja di kilang plastik, PT Polyta Global Mandiri di Jalan Raya Prancis, Pergudangan 8, Dadap, Kosambi, Kabupaten Tangerang.

4. Dia baru bekerja selama 6 bulan di kilang plastik ini. Dirinya tinggal di mess karyawan dekat tempat kerjanya. Hanya pulang ke rumah seminggu sekali.

5. Dia sering membawa sesuatu setiap kali pulang ke kampung halamannya dari Kosambi. Sepekan sebelum meninggal dia membelikan oleh-oleh dari Tangerang.

6. Pada 13 Mei Enno dibunuh. Kondisi tubuhnya babak belur di dalam kamar mess karyawan Polyta Global Mandiri.

7. Saat ditemukan, tubuh Enno bersimbah darah dengan sebuah cangkul tertancap dikemaluannya.

8. Gagang cangkul tersebut masuk kurang lebih 60 sentimeter ke dalam kemaluan korban. Kuat dugaan, Enno merupakan korban pembunuhan dan pemerkosaan.

9. Ketiga tersangka yakni RAR alias Arif (24), RAI alias Alim (16), dan IH alias Imam (24). Walaupun para pelaku tidak saling kenal, namun mereka sudah melakukan perencanaan pembunuhan dan pemerkosaan terhadap korban.

Salah satu tersangka pembunuhan, RA (16). Pelajar SMP ini mengakui bahwa Enno merupakan karyawati yang mencuri perhatian banyak pria baik itu karyawan satu perusahaan maupun warga sekitar.

Beberapa teman Eno juga mengakui bahwa rekannya itu disukai banyak pria.

Terakhir dia sering melihat Eno berjalan dengan Imam salah seorang pelaku, tetapi dia tidak mengetahui apakah Imam sudah resmi menjadi pacar atau sekedar jalan bareng.

Kepada polisi, RA mengaku tertarik kemolekan Eno. Secara kebetulan dia bisa berkenalan dengan dan korban mengaku bernama Indah.

Keduanya berkenalan seusai korban pulang kerja dan bertemu di jalan. Seusai berkenalan, keduanya menjalin komunikasi secara intens melalui pesan singkat.

Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Krishna Murti mengatakan bahwa tiga tersangka akan dikenakan pasal berlapis.

Sedangkan satu tersangka dibawah umur dikenakan tambahan pasal dalam Undang-Undang Perlindungan anak.

“Adapun untuk tersangka yang dibawah umur (RAI alias Alim) dilakukan secara berbeda, dia dikenakan pasal tengang perlindungan anak juga dan tetap ancaman hukuman seumur hidup,” kata dia.

10. Salah satu pembunuh Eno, RA (16) merupakan pelajar yang pintar dan merupakan anak rumahan yang alim

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono mengatakan pihaknya akan memeriksa kejiwaan tersangka pembunuh Eno Parihah yang merupakan siswa SMP, yakni RA (16) dengan mendatangkan seorang psikater pada Senin (23/5)

“Ya, hari Senin kami periksa kejiwaannya. Apakah dia punya kepribadian ganda atau tidak?” ujar Awi saat dikonfirmasi, Jakarta, Minggu (22/5/2016).

Awi menjelaskan sampai saat ini masih banyak pihak tidak mempercayai RA telah melakukan pembunuhan dengan alasan tidak terpenuhinya hasrat birahi kepada Enno Farihah. (*)

(red/ochman/rief/RA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!