Duterte Janji Kubur Diktator Marcos di Makam Pahlawan

redaksi.co.id - Duterte Janji Kubur Diktator Marcos di Makam Pahlawan Presiden terpilih Filipina, Rodrigo Duterte, kembali membuat pernyataan yang mengejutkan. Kali ini Duterte menjanjikan akan memberi...

29 0

redaksi.co.id – Duterte Janji Kubur Diktator Marcos di Makam Pahlawan

Presiden terpilih Filipina, Rodrigo Duterte, kembali membuat pernyataan yang mengejutkan. Kali ini Duterte menjanjikan akan memberi izin mantan diktator dan koruptor Filipina, Ferdinand Marcos, dimakamkan di taman makam pahlawan.

Duterte juga berjanji akan membebaskan mantan Presiden Gloria Arroyo yang kini ditahan karena terbukti korupsi. “Saya akan mengizinkan pemakaman Marcos di Libingan ng Mga Bayani, bukan karena mendiang adalah pahlawan tapi karena beliau pernah menjadi tentara Filipina,” kata Duterte kepada wartawan di Davao City, seperti dilansir Guardian pada Selasa, 24 Mei 2016.

Presiden terpilih yang kontroversial ini menganggap Marcos berhak dimakamkan di pemakaman pahlawan karena mendiang adalah seorang prajurit. Sebelumnya, pemakaman Marcos di taman makam pahlawan ditolak Presiden Benigno Aquino III, yang akan segera melepaskan jabatannya Juni mendatang.

Selain Benigno, penolakan juga datang dari kelompok haluan kiri karena Marcos dianggap terlibat kasus pelanggaran hak asasi manusia dan penjarahan ketika menjalankan pemerintahan sebagai presiden. Marcos melarikan diri ke Hawaii pada 1986 setelah memerintah Filipina selama 20 tahun.

Keluarga Marcos diperkirakan telah mengumpulkan lebih dari US$ 10 miliar atau sekitar Rp 133 triliun dalam bentuk properti, perhiasan, uang tunai, dan berbagai aset lainnya saat mereka berkuasa. Marcos meninggal di pengasingan pada 1989 dan tubuhnya yang diawetkan kini ditampilkan dalam sebuah makam di kota kelahirannya di utara Filipina.

Adapun Arroyo saat ini terbaring sakit di rumah sakit tahanan. Duterte mendukung pembebasan Arroyo karena kasusnya ringan. Mantan Wali Kota Davao tersebut mengatakan dia siap untuk mengambil risiko kerusuhan nasional pada isu-isu terkait dengan dua tokoh paling kontroversial Filipina tersebut.

Duterte secara resmi belum dinyatakan sebagai pemenang Pemilu 9 Mei lalu, tapi berdasarkan hitungan tidak resmi, menunjukkan dia mengungguli lawan terdekatnya sebanyak enam juta suara. Dia akan mengemban tugasnya secara resmi sebagai presiden, pada 30 Juni mendatang. GUARDIAN | YON DEMA

(red//ainuddin/MZ)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!