Kementrian Kelautan Gagalkan Ekspor Hiu Paus dari Maluku

redaksi.co.id - Kementrian Kelautan Gagalkan Ekspor Hiu Paus dari Maluku Kementerian Kelautan dan Perikanan menggagalkan upaya ekspor ikan hiu paus atau rhincodon typus yang diduga akan...

32 0

redaksi.co.id – Kementrian Kelautan Gagalkan Ekspor Hiu Paus dari Maluku

Kementerian Kelautan dan Perikanan menggagalkan upaya ekspor ikan hiu paus atau rhincodon typus yang diduga akan dikirimkan ke Cina. Menurut Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, ikan hiu paus tersebut ditemukan di keramba jaring apung milik PT Air Biru Maluku di Pulau Kasumba, Seram Bagian Barat, Maluku, pada 26 Mei 2016.

Susi berujar, penemuan ikan hiu paus tersebut berawal dari informasi yang diberikan oleh Wildlife Conservation Society (WCS) pada Ahad, 22 Mei lalu. “Tim pun melakukan operasi pengawasan di keramba jaring apung PT Air Biru Maluku milik Saudara Hendrik, warga negara Cina yang tinggal di Singapura,” kata Susi di kantornya, Jumat, 27 Mei 2016.

Dari hasil operasi itu, tim yang terdiri dari Satuan Kerja Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Ambon serta Labuan Lombok dan juga Polisi Air Polda Maluku menemukan dua ikan hiu paus sepanjang 4 meter dalam keadaan hidup. “Padahal, ikan hiu paus merupakan biota yang dilindungi dan masuk daftar merah International Union for Conservation for Nature,” ujar Susi.

Selain itu, menurut Susi, tim juga menemukan surat rekomendasi dari Gubernur Maluku dan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam untuk konservasi ikan hias. “PT Air Biru Maluku yang berkantor di Jalan Tawiri, Ambon, sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang ekspor ikan hidup,” ujar Susi.

Saat ini, Susi mengatakan, polisi tengah menyelidiki kasus tersebut, termasuk pemilik PT Air Biru Maluku. Salah satu pengurus keramba jaringa apung tersebut mengaku anggota Satuan Tugas 115 Kementerian Kelautan dan Perikanan juga tengah diperiksa. “Ikannya akan segera dilepas, as soo as posible. Tapi mau kami tagging dulu,” ujar Susi. ANGELINA ANJAR SAWITRI

(red/ainin/adziroh/LN)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!