Skandal Email, Ujian Terbesar Untuk Hillary Clinton

redaksi.co.id - Skandal Email, Ujian Terbesar Untuk Hillary Clinton Menjadi kandidat bakal calon Presiden AS artinya masalah tidak akan pernah lelah menghampiri dan kemampuan untuk mempertahankan...

14 0

redaksi.co.id – Skandal Email, Ujian Terbesar Untuk Hillary Clinton

Menjadi kandidat bakal calon Presiden AS artinya masalah tidak akan pernah lelah menghampiri dan kemampuan untuk mempertahankan diri dalam ring pertarungan politik tengah diuji.

Kandidat dari partai Demokrat, Hillary Clintonkali ini kembali menjadi sorotan utama media karena dilaporkan telah melanggar peraturan negara yang berkaitan dengan penggunaan perangkat elektronik untuk berkomunikasi.

Ia dianggap melanggar peraturan karena tidak gunakan server milik pemerintah untuk mengirim dan menerima emailyang dianggap resmi atau bersifat rahasia saat menjabat sebagai menteri luar negeri AS sebelumnya.

Saya tidak melanggar peraturan. Semua yang saya lakukan itu diizinkan dan mereka yang menduduki kursi pemerintahan pada saat saya menjabat sebagai Menlu tahu bahwa saya hanya dibekali dengan satu perangkat elektronik yang merupakan milik pribadi, kata Hillary kepada CNN beberapa waktu lalu, seperti dikutip hari Kamis, (26/5/2016).

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, JenPsakijuga mengkonfirmasi pernyataan Hillarydan menambahkan bahwa pihaknya tidak pernah mewajibkan para pejabatnya untuk menggunakan Blackberrysebagai perangkat komunikasi.

“Bukan suatu keharusan, tidak seorang pun harus memiliki Blackberryyang dikeluarkan Departemen luar Negeri,” terangnya.

Hillary diketahui telah memilih penggunaan server pribadinya untuk berkomunikasi bahkan dengan mereka yang menduduki posisi tinggi dalam pemerintahan. Tetapi, Hillary percaya bahwa transaksi informasi apapun antara dirinya dengan siapapun pastinya akan masuk ke dalam sistem database pemerintah.

Walaupun saya menggunakan server pribadi, saya ingin memastikan bahwa saya tidak pernah mengirim atau menerima emailyang bersifat rahasia, jelasnya.

Mereka yang keberatan dengan langkah Clinton ini menilai sang kandidat bakal capres AS partai Demokrat kurang perhatian terhadap isu keamanan.

Ia berharap masalah ini dapat segara diselesaikan sebaik mungkin sehingga tidak menghambat semua kegiatan penting dalam beberapa bulan ke depan.

Sebelumnya,Komite Nasional Republik (Republican National Committee) mengajukan gugatandengan tuntutan agar Kementerian Luar Negerimerilis surel Clinton atas dasar Undang-Undang Kebebasan Informasi dan Transparansi.

(red/andhi/urhartanto/SN)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!