Sukses Bisnis Martabak, Gibran Kembangkan Usaha Konsultasi Weton

redaksi.co.id - Sukses Bisnis Martabak, Gibran Kembangkan Usaha Konsultasi Weton Putra sulung Presiden RI Joko Widodo, yakni Gibran Rakabuming Raka, bakal mengembangkan bisnisnya.Setelah berhasil dengan bisnis...

22 0

redaksi.co.id – Sukses Bisnis Martabak, Gibran Kembangkan Usaha Konsultasi Weton

Putra sulung Presiden RI Joko Widodo, yakni Gibran Rakabuming Raka, bakal mengembangkan bisnisnya.

Setelah berhasil dengan bisnis Martabak Kota Barat (Markobar) di sejumlah kota besar Indonesia, Gibran juga ingin mengembangkan bisnis konsultasi weton (perhitungan hari lahir berdasarkan kitab primbon Jawa).

Hal itu Gibran ungkapkan saat menjadi pembicara seminar nasional bertema Revolusi Mental Pemimpin Muda, Solusi Kemajuan Bangsa di Gedung E Universitas Dian Nuswantoro Semarang, Selasa (24/5).

Pada acara seminar di Udinus ini, juga dihadiri presenter Andy F Noya sebagai salah satu narasumber.

“Lho, ini enggak bercanda, tahun ini kita mulai. Jadi penghitungan pengantin kalau mau nikah cocoknya tanggal sekian,” ucapnya menanggapi pertanyaan audien mengenai apa rencana pengembangan bisnis setelah Markobar.

Menurut Gibran, ide bisnis konsultasi weton ini muncul ketika ia akan menikah dengan isterinya, Selvi Ananda pada Juni 2015 lalu.

Ternyata, weton dan penanggalan Jawa saat hendak melakukan prosesi pernikahan dan upacara adat lainnya banyak dicari orang.

Saat saya nikah memang dari awal sangat detail hitungannya. Konsultasi seperti itu ternyata perlu sekali. Mulai hitung weton dan hari baik,” kata bapak satu anak ini.

Saat ini, dirinya juga sudah membuka kantor konsultasi weton yang ada di kantor bisnis kateringnya di Solo.

Kantor tersebut, kata Gibran, kenyataannya juga banyak dikunjungi masyarakat yang ingin konsultasi seputar weton.

Orang-orang sudah banyak datang. Ternyata pasien banyak. Di kantor kita buka tiga kali seminggu. Itu gratis, katanya.

Menurut Gibran, bisnis ini selain sebagai peluang usaha juga merupakan upaya untuk melestarikan budaya Jawa.

Mengingat weton sangat dibutuhkan masyarakat terutama ketika akan menggelar upacara sakral, pernikahan dan prosesi lainnya. (tribunjateng/m nur huda)

(red/udhi/wi/nggoro/YDA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!