Tanpa Jaminan Bisa Dapat Pinjaman Ratusan Juta Rupiah

redaksi.co.id - Tanpa Jaminan Bisa Dapat Pinjaman Ratusan Juta Rupiah Kebutuhan manusia selama hidup memang gak ada habisnya. Baru kemarin memenuhi kebutuhan A, eh kebutuhan B...

120 0

redaksi.co.id – Tanpa Jaminan Bisa Dapat Pinjaman Ratusan Juta Rupiah

Kebutuhan manusia selama hidup memang gak ada habisnya. Baru kemarin memenuhi kebutuhan A, eh kebutuhan B sudah nongol lagi menuntut dipenuhi. Belum lagi kalau ada kebutuhan mendadak yang datangnya gak pakai permisi.

Makanya mengatur keuangan dan membuat bujet itu penting. Gak kalah penting lagi adalah dana darurat dan tabungan.

Tapi bagaimana jika dana darurat dan tabungan kita gak mencukupi untuk pemenuhan kebutuhan? Katakanlah biaya pengobatan, renovasi atau pendidikan?

Mungkin jalan yang bisa diambil adalah meminjam bank. Tunggu dulu, jangan lantas berpikir negatif soal utang. Meminjam uang ke bank memang bisa jadi solusi untuk memenuhi beragam kebutuhan, tapi semua bisa berantakan kalau kita salah dalam pengelolaan.

KTA memang bisa digunakan untuk beragam kebutuhan. Misalnya saja biaya pernikahan, renovasi, pendidikan atau kebutuhan konsumtif lainnya.

KTA untuk modal usaha sih sah-sah saja. Hanya saja kamu harus punya pertimbangan matang sebelum mengajukan KTA untuk berbisnis.

Meminjam ke bank tanpa jaminan atau biasa disebut kredit tanpa agunan (KTA) memang jadi solusi praktis buat kamu yang kepepet butuh dana. Modalnya cuma dokumen pelengkap sama kartu kredit.

Kartu kredit ini jadi syarat penting loh. Kalau gak punya kartu kredit, ya jangan harap bisa mengajukan KTA.

Mengajukan KTA cuma dari depan komputer udah bisa banget!

Eh tapi, memangnya bisa meminjam dana ratusan juta dengan modal kartu kredit sama dokumen doang? Gak pakai jaminan gitu?

Jawabannya bisa banget dong. Saat ini sudah ada bank yang berani mencairkan dana sampai Rp 300 juta tanpa jaminan apapun.

Syarat yang dibutuhkan standar banget kok:

Gak cuma syarat doang yang mudah, ada keuntungan lain yang bisa didapat.

Sekedar info aja nih, jarang banget produk KTA yang memiliki tenor sampai 5 tahun. Biasanya maksimal tenor adalah 3 tahun. Jadi cicilan bisa kamu sesuaikan dengan kemampuanmu kan?

Yang jadi masalah kadang adalah nilai pinjaman yang cair kadang gak sesuai dengan harapan. Tentu saja ini ditentukan oleh beragam faktor, antara lain performa kredit dan keuangan kita dan gak lupa cara kerja analis bank bersangkutan.

Misalnya saja, niat hati hendak meminjam Rp 100 juta, yang cair cuma Rp 60 juta. Hal ini memang ditentukan oleh beragam faktor. Beberapa di antaranya adalah besaran gaji, cicilan lain dan tentu saja limit dan rasio pemakaian kartu kredit.

Jangan lupakan soal BI checking, kalau skormu jelek, ya bisa-bisa rencana meminjam KTA bisa gatot

Contohnya saja, limit kartu kreditmu adalah Rp 10 juta, tapi hendak mengajukan Rp 200 juta. Bank tentu gak bakal mengabulkan nilai permohonan tersebut. Karena biasanya, nilai pinjaman KTA yang bisa dicairkan adalah 4 kali dari limit kartu kredit.

Faktor lain adalah adanya cicilan/kredit lain yang sedang berjalan. Misalnya pada saat mengajukan KTA, kamu memiliki cicilan sepeda motor yang masih berjalan. Bank akan menghitung lagi apakah kamu layak dikucuri dana.

Biar lebih jelas lagi nih sebelum mengajukan KTA, ada baiknya langsung ke simulasi aja. Misalnya saja nih Tino memiliki kartu kredit dengan limit Rp 35 juta. Gajinya di sebuah startup sudah lumayan, Rp 20 juta.

Tino memiliki rencana pernikahan tahun ini, tapi apa daya tabungan gak terlalu mencukupi. Dia berencana mengajukan KTA di sebuah bank. Setelah menemukan yang cocok, Tino melakukan simulasi kayak gini.

Nilai pengajuan: Rp 150 juta

Tenor: 2 tahun

Penghitungan bunga dan cicilan:

Bunga: 0.99% per bulan/ 11.88% per tahun

Tenor: 24 bulan

Cicilan per bulan: Rp 150.000.000 / 24 bulan = Rp 6.250.000

Bunga cicilan: (Rp 150.000.000 x 11,88% x 2) / 24 = Rp 1.485.000

Total cicilan per bulan = Rp 7.735.000

Jadi selama dua tahun Tino kudu menyisihkan Rp 7.735.000 dari gaji bulanannya.

Yang harus diingat kedisiplinan dalam membayar cicilan itu wajib. Pasalnya performa pembayaran kredit itu bakal berpengaruh dalam membangun skor kredit yang baik di Bank Indonesia.

Duit segepok bakal cuma menguap kalau alpa dalam hal pengaturan keuangan

Kalau gak mau kena masalah di kemudian hari, mendingan selalu tepat waktu dalam membayar cicilan. Bijak yuk dalam mengelola keuangan!

(red/ahyu/etyo/armawan/WSD)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!