Cara Atur Penghasilan Tak Tetap

redaksi.co.id - Cara Atur Penghasilan Tak Tetap Setiap ada pemasukan selalu akan diikuti pula dengan pengeluaran, karena hidup akan membutuhkan biaya, terutama untuk kebutuhan primer. Bagi...

17 0

redaksi.co.id – Cara Atur Penghasilan Tak Tetap

Setiap ada pemasukan selalu akan diikuti pula dengan pengeluaran, karena hidup akan membutuhkan biaya, terutama untuk kebutuhan primer. Bagi yang memiliki penghasilan dengan nominal tetap dan besar, pasti semua pos-pos kebutuhan akan bisa dipastikan terpenuhi.

Perlu diketahui dan dipahami penghasilan adalah salah satu bentuk rezeki dari Tuhan Yang Maha Esa yang harus senantiasa disyukuri.

Rezeki ini datang melalui perantara pekerjaan yang dijalankan, adanya campur tangan Tuhan dengan takdir dan adanya usaha manusia melalui bekerja dengan keras, cerdas dan ikhlas. Salah satu bentuk syukur dari rezeki yang dimiliki adalah dengan cara bersedekah dari apa yang dimiliki.

Berapapun nilai nominalnya, tetap atau tidak tetap, bisa menyisihkan bagian kecil untuk bersedekah, agar senantiasa rezeki yang dimiliki menjadi bertambah dan barokah.

Namun bagaimana jadinya bagi seseorang yang memilikipenghasilan tidak tetap dalam memenuhi pos-pos pengeluaran yang pasti tetap ada tiap bulan? Perlu ada tips menyiasatinya.

Dari penghasilan yang dimiliki, meskipun dengan jumlah besaran dan kurun waktu tidak tetap, seseorang tetap bisa menyiasati bagaimana agar penghasilannya tetap cukup dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Cara yang bisa dilakukan di antaranya antara lain seperti dikutip dari www.cermati.com, Jumat (3/6/2016):

1. Mencatat semua pengeluaran bulanan

Pencatatan setiap pengeluaran ini dilakukan untuk setiap kebutuhan dan keperluan utama yang bersifat tetap sehari-hari dalam kurun waktu satu bulan.

Semua kebutuhan, mulai dari hal kecil hingga besar yang menyebabkan uang keluar. Pelaksanaan pencatatan ini bisa dilakukan secara terus-menerus minimal dengan jangka waktu tiga bulan agar mengetahui pola pengeluaran keuangan tiap bulannya.

Pengeluaran yang digunakan tiap bulan hendaknya ditambahkan dengan biaya-biaya tak terduga, jika ada kebutuhan sewaktu-waktu yang bersifat mendadak, sehingga masih ada cadangan dana. Pos lainnya, seseorang juga harus mengalokasikan dananya minimal 10 persen penghasilannya untuk tabungan.

2. Menghitung rata-rata penghasilan tiap bulan

Penghasilan yang diperoleh dalam kurun waktu 1 tahun di rata-rata sehingga bisa diketahui pemasukan rata-rata untuk tiap bulannya.

3. Membandingkan antara penghasilan dan pengeluaran

Dengan membandingkan antara pemasukan dan pengeluaran, seseorang akan bisa menilai sejauh mana keseimbangan di antara keduanya, serta bisa mengkaji langkah apa saja yang perlu dilakukan selanjutnya.

4. Membuat strategi tambahan jika diperlukan

Jika pengeluaran ternyata lebih besar dari pemasukan, seseorang harus melakukan upaya tambahan untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

5. Membuat rekening terpisah antara pemasukan dan pengeluaran

Saat menerima penghasilan, seseorang hendaknya sudah harus tahu pos-pos pengeluaran yang pasti akan digunakan. Jika ada dana sisa, maka dana tersebut hendaknya ditabung. (Ahm/Ndw)

(red/andhi/urhartanto/SN)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!