Terlantar 18 Bulan di Laut, Kayak Ini Tiba di Selandia Baru

redaksi.co.id - Terlantar 18 Bulan di Laut, Kayak Ini Tiba di Selandia Baru Perahu kayak buatan warga Gold Coast, Australia yang ditelantarkan ketika gagal melakukan percobaan...

44 0

redaksi.co.id – Terlantar 18 Bulan di Laut, Kayak Ini Tiba di Selandia Baru

Perahu kayak buatan warga Gold Coast, Australia yang ditelantarkan ketika gagal melakukan percobaan mengayuh kayak sendirian tanpa bantuan dari Australia ke Selandia Baru berhasil terdampar di kawasan yang dekat dengan tujuan awal kayak itu hampir 18 bulan kemudian.

Stuart Cleary terakhir melihat kayaknya yang diberi nama Tasman Odyssey pada 7 Desember 2014, ketika dia dipaksa membatalkan misinya setelah hampir 24 jam terombang-ambing di laut karena mengalami kerusakan peralatan. Pagi ini dia dihubungi oleh seorang pria di Selandia Baru, Nathan Marshall yang menemukan perahu kayaknya ketika tengah berlari di Pantai Murawai, di North Island, sekitar 50 kilometer dari tujuan utama misi Cleary.

Perahu kayak itu rusak, dipenuhi kerang, tapi masih tetap utuh. Marshall kemudian mengunggah gambar kayak itu di Facebook, khawatir seseorang hilang di laut, sebelum akhirnya Clearly diberitahu soal penemuan kayaknya tersebut.

“Sangat tidak bisa dipercaya akhirnya kayak saya bisa juga sampai di Selandia Baru. Saya tidak menyangka akan dapat melihat kayak itu lagi, kata pria berusia 54 tahun tersebut. Cleary membangun kayak itu tanpa pengalaman sebelumnya selama satu tahun di garasi temannya. Untuk membuat kayak itu, Cleary menghabiskan uang sekitar 25 ribu dolar AS dengan berat sekitar 120 kilogram.

“Kayak ini sudah bepergian sejauh 110 km dari Coffs Harbour hingga ke Auckland. Murawai Beach adalah pantai tempat berselancar dan dikenal dengan ombaknya yang sangat besar. Kayak saya tidak hanya berhasil mengarungi Laut Tasman selama 18 bulan tapi juga berhasil melewati ombak yang sangat besar. Satu hal yang saya kagum adalah kayak ini berhasil melewati itu semua tanpa kerusakan struktur yang besar, katanya.

Cleary sebenarnya sudah tidak berharap bisa melihat kayaknya lagi sejak awal 2015. “Saya menduga kayak itu sudah tersapu ombak dalam waktu tiga bulan di perairan Timur Australia,” katanya.

Sementara Cleary awalnya mengaku tidak akan pernah lagi mencoba melakukan perjalanan berkayak dari Australia ke Selandia Baru, tapi sepertinya ia berubah pikiran beberapa minggu terakhir. “Lucu sekali karena kami baru saja membicarakan tentang rencana misi itu. Saya tidak ingin membuat kayak yang lain, tapi beberapa bulan yang lalu saya mengatakan kepada istri, saya memiliki ide-ide membuat kayak baru dan saya benar-benar berpikir hendak mulai membangun kayak lagi tahun depan, katanya.

Orang yang menemukan kayak itu akan menjaganya hingga Cleary bisa datang ke Selandia Baru untuk memeriksanya. “Kecil kemungkinan kayak itu bisa digunakan lagi. Kayak itu memiliki lapisan busa khusus di bawah fiber glass, dan jika air sampai di sana maka semuanya akan terendam air,” kata Cleary.

(red/hmad/yaiku/AS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!