Bocah Ber-selfie, Lego Rubah Seharga Rp 200 Juta Hancur

redaksi.co.id - Bocah Ber-selfie, Lego Rubah Seharga Rp 200 Juta Hancur Seniman muda dari Kota Wenzhou bernama Zhao, 22 tahun, membutuhkan waktu selama tiga hari tiga...

35 0

redaksi.co.id – Bocah Ber-selfie, Lego Rubah Seharga Rp 200 Juta Hancur

Seniman muda dari Kota Wenzhou bernama Zhao, 22 tahun, membutuhkan waktu selama tiga hari tiga malam untuk membuat patung rubah dari balok plastik (lego). Ia juga menghabiskan uang lebih dari 100 ribu yuan atau Rp 200 juta untuk membuatnya.

Pria lulusan dari Universitas Zhejiang Institut Teknologi membuat patung musang bernama Nick Wilde ia terilhami dari film 3D animasi Zootopia setinggi 1,8 meter. Patung lego itu kemudian dipamerkan di pameran Lego di Ningbo.

Demi keamanan patung yang dibanggakannya, Zhao membuat tali pembatas dengan memberi tanda peringatan “Jangan Disentuh”. Namun, dalam hitungan sejam, patung lego buatan Zhao dihancurkan seorang bocah laki-laki pada hari Minggu, 29 Mei 2016, saat pameran lego resmi dibuka. Bocah berusia 4 tahun itu sedang ber- selfie .

Tangannya menyentuh patung dan menolaknya hingga hancur berantakan. Seperti yang dilansir Telegraph pada 1 Juni 2016, orang tua anak-anak itu memohon maaf dan ingin membayar ganti rugi, tapi Zhao menolaknya, dengan mengatakan itu terjadi secara tidak sengaja. “Anak itu tidak sengaja memecahkannya,” katanya dikutip dari CCTV News .

Zhao memposting foto-foto rubah lego yang hancur di media sosial Cina, Sina Weibo, dengan hashtag #ManSpends3DaysAndNightsBuildingBlocks. Sebagai hasilnya, lebih dari 80 ribu pengguna Weibo berbagi, menyukai, dan mengomentari.

“Banyak usaha dibutuhkan untuk membangun patung itu, terutama bagian mata, di mana saya harus mengubahnya banyak sekali,” tulis Zhao sebagai caption dari foto yang diunggahnya. Namun ini bukan pertama kalinya bangunan atau karya seni telah dihancurkan oleh pengunjung di Cina.

Pekan lalu, berdasarkan rekaman CCTV, terlihat dua anak kecil mematahkan ukiran kaca di Museum Kaca Shanghai di Cina. TELEGRAPH | BBC | YON DEMA

(red/ramanta/utra/amungkas/BPP)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!