Wisatawan Australia Ancam Loncat dari Pesawat AirAsia Rute Sydney-Denpasar

redaksi.co.id - Wisatawan Australia Ancam Loncat dari Pesawat AirAsia Rute Sydney-Denpasar Rencana liburan Aaron Gerrad Dodden (25) ke Bali harus berakhir dengan pemeriksaan Otoritas Bandara Wilayah...

31 0

redaksi.co.id – Wisatawan Australia Ancam Loncat dari Pesawat AirAsia Rute Sydney-Denpasar

Rencana liburan Aaron Gerrad Dodden (25) ke Bali harus berakhir dengan pemeriksaan Otoritas Bandara Wilayah IV Bali dan Nusa Tenggara.

Lelaki berkewarganegaraan Australia ini mengamuk di dalam pesawat AirAsia Xtra saat tengah mengudara dari Sydney menuju Denpasar, Bali, Kamis (26/5/2016).

Bahkan Gerrad sempat mengancam hendak meloncat dari pesawat.

Kepala Otoritas Bandara Wilayah IV Bali dan Nusa Tenggara, Yusfandri Gona, Jumat (27/5/2016) mengatakan, Gerrad terbang bersama rekan-rekannya, dan di dalam pesawat membeli minuman beralkohol.

Usai membeli dua botol minuman jenis bir ini, Gerrard bertingkah dan berisik selama penerbangan di pesawat AirAsia XT 823.

“Bahkan dalam teguran pertama, kedua, dan ketiga dari kru pesawat, Gerrard justru mendekati pintu keluar dan mengancam hendak loncat,” ujar Yusfandri.

Menurutnya, saat ini Gerrad masih menjalani pemeriksaan.

“Rencananya besok (hari ini) atau Senin (30/5/2016) dia akan menjalani tes urine, tes kesehatan dan juga tes psikologis dengan melibatkan dokter RSUP Sanglah dan KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan),” ujarnya.

Menurut Yusfrandri, pihaknya sudah menghubungi Perwakilan Konsulat Jenderal Australia di Denpasar untuk mengakomodir pemeriksaan kejiwaan Gerrad yang kedapatan berulah saat di dalam kabin pesawat dalam rute internasional tersebut.

Selain berulah, Gerrad juga diketahui berbicara kasar dengan suara keras.

Meski sempat ditenangkan awak kabin, namun ia tidak juga mereda bahkan terus berkata kasar kepada kru dan penumpang lainnya.

Sehingga awak kabin kemudian melaporkan kepada pilot untuk selanjutnya dilaporkan kepada petugas di darat.

Sesaat setelah mendarat di Bali, Kamis (26/5/2016) sore, dia kemudian digiring ke Polsek KP3 Bandara Ngurah Rai.

“Tindakan pelaku itu termasuk unrully passanger yang dapat mengganggu penerbangan,” ucapnya.

Yusfrandri menjelaskan, Gerrad terbang bersama 10 temannya dari Sydney menuju Denpasar.

Dalam masa penerbangan selama 5 jam 30 menit tersebut, mereka memesan bir dan minum di dalam pesawat.

Dalam penerbangan tersebut, Gerrard bersama rekan sebangkunya bercanda dan banyak bergerak, sehingga mengganggu penumpang lainnya.

Karena ditegur pertama, kedua dan ketiga tak mengindahkan, Gerrad justru berdiri dan mendekati pintu belakang pesawat dan mengancam hendak loncat.

“Menurut data yang kita dapat memang Gerrard ini mengancam dengan aksi bahwa dirinya hendak membuka pintu belakang. Tapi datanya masih kita kumpulkan dan masih dalam proses penyelidikan,” jelasnya.

Yusfandri menjelaskan, saat ini status Gerrard masih sebagai saksi dan mengikuti pemeriksaan sembari melanjutkan liburannya.

Meski demikian, Yusfandri tak khawatir karena petugas Imigrasi sudah menyita paspor dan mengetahui seluruh data wisman tersebut.

“Kami sudah dapat alamat dan tempat mereka menginap. Dan petugas Imigrasi juga sudah melakukan pemeriksaan awal. Meski bercanda atau serius, penumpang atau kru tetap akan dikenai sanksi jika bercanda dengan bentuk bisa mengancam atau membahayakan penerbangan,” tandas Yusfandri.

Sementara itu, sejak pagi sampai sore kemarin, Gerrad tidak nampak keluar dari ruang pemeriksan.

Bahkan, dalam sehari kemarin, Gerrad harus menjalani dua kali pemeriksaan, yakni dari petugas Otoritas Bandara dan Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai.

Namun, dalam berita acara pemeriksaan (BAP) Petugas Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Otoritas Bandar Udara Wilayah IV, Gerrad mengaku, dia telah bercanda ingin meloncat dari pesawat yang dinaikinya.

Dalam BAP tersebut, Gerrad bersama rekannya saat itu jalan dari toilet pesawat dan bercerita tentang Sky Diving.

“Nah, saat cerita itu ternyata Aaron (Gerrad) berucap bahwa dirinya akan menjadi orang pertama yang jumping dari pesawat. Setelah ditegur kru pesawat dan diberitahu tidak boleh bercanda seperti itu, dan apabila masih terus bercanda maka kru akan melaporkan, Aaron justru mengatakan dirinya tidak takut dengan petugas keamanan,” jelas petugas PPNS, Ade Yuliana.

Menurut Ade, kondisi Gerrard nampak sehat dan segar meski mengaku sedih lantaran masa liburannya harus berakhir dengan masalah melanggar UU No 1 Tahun 2009 Tentang Penerbangan.

Sehingga, waktu liburan perdananya di Bali ini justru lebih banyak ia habiskan untuk pemeriksaan dari petugas Otoritas, Imigrasi dan tes kesehatan baik di Kantor Otban maupun di RSUP Sanglah nantinya.

(red/ega/wi/riesta/VDA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!