Sekretaris MA Nurhadi Irit Bicara Usai Diperiksa 9 Jam

redaksi.co.id - Sekretaris MA Nurhadi Irit Bicara Usai Diperiksa 9 Jam Hampir sembilan jam, Nurhadi Sekretaris Mahkamah Agung menjalani pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).Namun, Nurhadi justru...

42 0

redaksi.co.id – Sekretaris MA Nurhadi Irit Bicara Usai Diperiksa 9 Jam

Hampir sembilan jam, Nurhadi Sekretaris Mahkamah Agung menjalani pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Namun, Nurhadi justru memilih irit berbicara ketika keluar pada waktu magrib. Ia lebih banyak tersenyum saat dikawal ketat polisi dan sejumlah pengawal pribadi.

“Hanya memberikan klarifikasi,” kata Nurhadi, Jumat (3/6/2016).

Nurhadi menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan suap Panitera PN Jakarta Pusat.

Kepala Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha menyebut, pemeriksaan untuk meminta klarifikasi duit yang digunakan Direktur PT Kreasi Dunia Keluarga Doddy Aryanto Supeno untuk menyuap.

Nurhadi sendiri mengaku tidak mengenal Doddy yang berperan menyuap panitera PN Jakpus.

“Enggak tahu, enggak tahu saya,” kata Nurhadi yang memilih bergegas memasuki mobil Toyota Fortuner hitam bernomor polisi B 18 UKE yang terparkir di samping Gedung KPK.

Sebelumnya diberitakan, Nurhadi ditengarai pernah melakukan pertemuan dengan seorang pekerja swasta bernama Doddy Ariyanto Supeno.

Doddy merupakan tersangka pemberi suap kepada Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Edy Nasution.

Dugaan tersebut dibenarkan oleh Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati. Menurut dia, penyidik sedang mencari tahu mengenai dugaan pertemuan Nurhadi dengan Doddy.

Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan KPK terhadap Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Edy Nasution dan pihak swasta bernama Doddy Ariyanto Supeno.

Uang sebesar Rp 50 juta yang disita dalam operasi tangkap tangan tersebut diduga terkait pengajuan peninjauan kembali (PK) dua perusahaan swasta yang sedang beperkara di PN Jakarta Pusat.

Dalam kasus ini, KPK juga telah menyita uang sebesar Rp 1,7 miliar di kediaman milik Nurhadi di Jalan Hang Lekir, Kebayoran Baru, Jakarta.

Uang dalam jumlah tersebut ditemukan dalam berbagai pecahan mata uang asing. KPK menduga uang tersebut terkait dengan perkara hukum yang sedang ditelusuri di PN Jakpus.

Selain memeriksa Nurhadi, KPK juga memeriksa istri Nurhadi, Tin Zuraida. Tin diperiksa selama 11 jam di gedung KPK pada Rabu (1/6/2016) lalu.

Seusai diperiksa, Tin pun menolak berkomentar dan berupaya menghindari awak media. Tin yang mengenakan cardigan putih keluar dari Gedung KPK pada pukul 08.50.

Tin yang dikawal oleh sejumlah pria berbadan tegap, hanya menunduk dan menutupi wajahnya dengan rambut.

Tak lama setelah melakukan operasi tangkap tangan terhadap panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, penyidik KPK melakukan penggeledahan di sejumlah tempat.

Salah satunya adalah kediaman milik Sekretaris MA Nurhadi di di Jalan Hang Lekir, Kebayoran Baru, Jakarta.

Dalam penggeledahan tersebut, KPK menyita dokumen dan uang sebesar Rp 1,7 miliar. Uang dalam jumlah tersebut ditemukan dalam berbagai pecahan mata uang asing.

KPK menduga uang tersebut terkait dengan perkara hukum yang sedang ditelusuri.

Misteri Sopir Nurhadi

Keberadaan sopir pribadi Nurhadi, Royani dalam penyidikan kasus dugaan suap di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, hingga kini masih misteri.

Ketua KPK Agus Rahardjo membantah KPK menghentikan pencarian Royani. Penyidik tetap memburunya. Hanya saja, pencarian Royani diimbangi penyidikan dengan cara lain.

Penyidik KPK tidak hanya akan mengandalkan keterangan sopir Royani dalam penyidikan kasus dugaan suap di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Royani adalah sopir pribadi Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi. Nurhadi diduga terlibat dalam kasus tersebut.

“Jalannya banyak. Enggak hanya dari Royani,” ujar Agus.

“Ya mudah-mudahan bisa menemukan fakta dan data lebih banyak. Mudah-mudahan juga bisa jadi mempercepat (penyelesaian perkara) lah ya,” tambah Agus. (tribunnews/rik/kps)

(red/hmad/yaiku/AS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!