Peristiwa yang Mendekatkan Muhammad Ali dengan Kematian

195

redaksi.co.id – Peristiwa yang Mendekatkan Muhammad Ali dengan Kematian

Sebelum Muhammad Ali dipanggil oleh Sang Khalik pada 3 Juni 2016, ia pernah mengalami peristiwa yang mendekatkannya pada kematian. Hal ini ia akui sendiri sehabis pertarungan ketiganya dengan Joe Frazier.

Pertarungan ini menjadi salah satu pertarungan yang paling terkenal sejagad. Pertarung yang dikenal Thrilla in Manila inilah peristiwa yang mendekatkan Ali dengan kematian.

Pada ronde-ronde awal pertarungan tersebut Ali cukup menguasai jalannya pertandingan. Frazier kesulitan untuk menghindari jab cepat Ali. Ali menekan Frazier untuk tetap berada ditengah. Beberapa kali ia meluncurkan pukulan kanan sebelum melepaskan jab kiri.

Pada ronde ketiga Ali mulai menggunakan strategi “rope-a-dope”. Strategi menggunakan tali ring untuk menghindari pukulan lawan dan menyerang balik menggunakan elastisitas tali. Strategi ini akan menyerap energi lawan. Tapi pada pertarungan yang dilakukan di Manila, Filipina ini strategi tersebut tidak berhasil.

Frazier mulai menyudutkan Ali. Pukulan-pukulan Frazier mulai membuat Ali limbung. Pada ronde kelima intensitas pukulan Frazier mulai tinggi. Pada ronde keenam pukulan tangan kanan Frazier menghanjar pelipis Ali.

Pukulan ini sempat membuat Ali terhempas ke sudut ring. Ali terus bertahan di sudut. Sedangkan Frazier sambil menundukan kepala terus memukul tubuh dan kepala Ali. Beberapa detik sebelum ronde kelima usai, Ali sempat membuat Frazier kembali ke tengah ring. Sampai akhirnya bel istirahat berbunyi.

Pertarungan makin memanas pada ronde-ronde setelahnya. Kedua petarung menggunakan kekuatan dan kecepatan mereka sampai batasnya. Ali yang biasa selalu bergerak selama pertandingan tiga menit lima belas ronde pun terlihat kelelahan. “Frizier bocah tua, mengapa saya pikir kamu telah habis?” kata Ali pada ronde ketujuh.

“Seseorang telah mengatakah hal yang salah kepadamu, bocah tampan,” balas Frazier.

Pertandingan ini digelar pada pukul 10:45 pagi waktu setempat. Udara di Araneta Coliseum di Kota Quezon, Metro Manila, Filipina arena pertandingan ini saat itu sangat panas. Ali mengaku kehilangan 2,9 kilogram pasca-pertarungan karena dehidrasi. Kedua petarung pun terlihat sangat kelelahan dironde-ronde akhir. Ali yang biasanya menari hanya dapat berjalan mengitari ring sambil melepaskan jab-jab lemah ke arah wajah Frazier.

(red/ramanta/utra/amungkas/BPP)

loading...

Comments

comments!