SPBU Ada yang Curang, Pertamina Geram

redaksi.co.id - SPBU Ada yang Curang, Pertamina Geram Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina, Jalan Raya Veteran, Rempoa, dituduh berbuat curang dengan mengurangi takaran bahan...

40 0

redaksi.co.id – SPBU Ada yang Curang, Pertamina Geram

Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina, Jalan Raya Veteran, Rempoa, dituduh berbuat curang dengan mengurangi takaran bahan bakar minyak (BBM) yang dibeli konsumen. PT Pertamina (Persero) pun merasa geram.

Modus yang dilakukan oleh SPBU 34.12305 itu adalah dengan mengurangi takaran BBM yang dibeli konsumen dengan cara cukup canggih yakni menggunakan remote kecil seukuran remote kunci mobil. Dengan remote ini para pelaku bisa mengontrol besaran BBM yang keluar. Ini tentu merugikan konsumen. Kepolisian pun bergerak dan melakukan aksi tangkap tangan para pelaku pada Senin (6/6) setelah melakukan pengintaian selama 1 bulan.

Pertamina mendukung apapun proses dan hasil penyelidikan kepolisian, karena praktik kecurangan ini sangat menyimpang dari jaminan pelayanan dan kualitas “Pasti Pas”. Mudah-mudahan ini menjadi suatu efek jera bagi pelaku kecurangan,” ujar VP Corporate Communication, Wianda Pusponegoro. “Kami akan terus bekerjasama dengan pihak Kepolisian untuk mendalami modus-modus kecurangan baru, untuk mencegah tindak ilegal seperti ini,” tambahnya. Menurut Wianda, takaran di SPBU menjadi salah satu perhatian utama dan melewati pengawasan yang berlapis.

Dalam hal takaran, Pertamina mengikuti peraturan dari Dinas Meteorologi. Sebelum sebuah SPBU beroperasi, maka dispenser akan ditera oleh Dinas Meteorologi. Setelah beroperasi, tera ulang juga akan dilaksanakan rutin (6 bulan – 1 tahun sekali). Secara internal, Pertamina mewajibkan setiap SPBU untuk melaksanakan pengecekan kualitas BBM dan kuantitas takaran pompa setiap pagi.

Audit tera dari pihak independen juga dilaksanakan secara insidentil. Jumali selaku General Manager Marketing Operation Region III menuturkan, pihak SPBU 34.12305 di Rempoa adalah oknum. Hasil audit SPBU tersebut selama bulan Januari – Mei 2016, tercatat normal. Praktik ilegal yang dilakukan merupakan modus baru yang menjadi masukan bagi Pertamina untuk perbaikan pelayanan dan mencegah hal serupa terjadi di SPBU lain.

“Saat ini pasokan SPBU tersebut sudah dihentikan. Kami akan terus memastikan stock di SPBU di wilayah sekitar tetap cukup untuk memenuhi permintaah masyarakat setempat,” lugas Jumali. Sebagai bagian dari upaya pelayanan yang terbaik, Pertamina menyediakan layanan Contact Center di nomor 1-500-000 (24 jam). Pertamina juga mengajak dan meminta seluruh lapisan masyarakat untuk turut berperan serta mewujudkan pelayanan yang fokus pada pelanggan, serta pendistribusian dan penyaluran BBM yang aman terkendali.

Apabila ada indikasi terjadinya praktik penyelewengan distribusi atau terkait pelayanan SPBU, masyarakat dapat menyampaikan laporan ke Kepolisian setempat, Pemerintah Daerah, Hiswana, atau ke Pertamina melalui Contact Center Pertamina.

(red/ainin/adziroh/LN)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!