Bocah yang 'Dibuang' di Hutan: Aku Memaafkan Ayahku

redaksi.co.id - Bocah yang 'Dibuang' di Hutan: Aku Memaafkan Ayahku Setelah menghilang selama sepekan di dalam hutan 'sarang' beruang, bocah tujuh tahun kembali ke pelukan kedua...

24 0

redaksi.co.id – Bocah yang 'Dibuang' di Hutan: Aku Memaafkan Ayahku

Setelah menghilang selama sepekan di dalam hutan ‘sarang’ beruang, bocah tujuh tahun kembali ke pelukan kedua orangtuanya.

Dia ditinggalkan oleh ayahnya, Takayuki Tanooka, di pinggir jalan di bagian utara Hokkaido, pada 28 Mei. Itu dilakukan sebagai hukuman atas perilaku nakal sang anak.

Saat kembali lagi ke tempat tersebut, Yamato Tanooka(7) menghilang. Pencarian Yamato pun dilakukan dan bocah itu ditemukan di pangkalan militer pada Jumat, 3 Juni 2016.

Kasus orangtua meninggalkan anak sebagai ‘hukuman’ itu, menimbulkan perdebatan di Jepang, mengenai pengasuhan anak.

Dalam sebuah laporan yang dikutip dari BBC, Selasa (7/6/2016), Takayuki mengatakan, dia sangat menyesali perbuatannya kepada anaknya dan meminta maaf kepada Yamato.

“Aku berkata kepada Yamato, ‘ayah telah membuatmu melalui hal yang berat, maafkan ayah’, dan anakku menjawab, ‘kamu ayah yang baik, aku memaafkanmu,'” kata Takayuki.

Yamato yang sekarang berada di rumah sakit, diharapkan akan segera kembali ke rumah pada hari Selasa.

Bocah laki-laki itu ditemukan pada hari Jumat pagi, di sebuah pondok di lapangan latihan militer, sekitar 5,5 kilometer dari tempat dia ditinggalkan orangtuanya.

Yamato mengatakan, dia kehilangan arah karena menangis dan berjalan selama lima jam, sebelum akhirnya sampai di bangunan tersebut.

Bocah itu juga menyatakan, dia tidakmenemui siapapun di tempat itu, dan tidur di antara dua matras.

“Aku minum dari keran yang ada di tempat itu, tapi tidak makan apa pun selama enam hari,” kata Yamato.

Saat ditemukan, Yamato berada dalam kondisi kekurangan gizi, sedikit dehidrasi dan terluka gores di tangan dan kakinya.

Polisi setempat menyatakan, mereka tidak akan menuntut kedua orangtua Yamato atas kasus itu.

(red/endarmono/l/idarto/HAS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!