Perpanjangan Izin 10 Stasiun TV Dibarengi Kajian Performa

102

redaksi.co.id – Perpanjangan Izin 10 Stasiun TV Dibarengi Kajian Performa

Izin penyiaran 10 stasiun televisi swasta akan segera berakhir Oktober 2016. Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) diminta untuk mengkaji performa semua stasiun tv tersebut selama satu dekade terakhir sebelum memperpanjang izin penyiaran.

Koordinator Koalisi Nasional Reformasi Penyiaran (KNRP) Ade Armando saat berkunjung ke Fraksi PKS DPR RI, Selasa (7/6) mengatakan, sekarang industri media terlalu kuat menguasai frekuensi publik hingga ke daerah-daerah.

Akibatnya UU Penyiaran selama 14 tahun tidak bisa berjalan maksimal. Karena itu, menurutnya, kunci perbaikan perbaikan penyiaran sesungguhnya ada di KPI.

“Perpanjangan izin 10 TV swasta seharusnya menyertakan performance selama 10 tahun terakhir. Jangan sampai pemilihan KPI yang baru, ada bau-bau industri yang dititipkan di masing-masing komisioner,” kata Ade.

Menanggapi hal itu, Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini menegaskan akan menyampaikan persoalan ini kepada anggota Panja RUU Penyiaran. Khususnya dari Fraksi PKS, yaitu Sukamta dan Hidayat Nur Wahid.

Ia menambahkan selain soal perpanjangan izin stasiun swasta, ada beberapa hal yang disampaikan kepada Fraksi PKS tentang persoalan Penyiaran di Indonesia. Di antaranya revisi UU Penyiaran Nomor 32 Tahun 2002.

Kemudian perpanjangan izin 10 stasiun TV swasta yang berakhir masa izinnya Oktober 2016 ini. Pemilihan komisioner KPI yang baru. Dan terkait adanya perubahan dari TV analog ke digital.

(red/atno/wi/anto/RDS)

loading...

Comments

comments!