BMKG Ungkap Penyebab Gelombang Tinggi dan Banjir Rob

redaksi.co.id - BMKG Ungkap Penyebab Gelombang Tinggi dan Banjir Rob Dalam beberapa hari ini wilayah Pantai Utara di Pulau Jawa diserang oleh gelombang tinggi dan banjir...

22 0

redaksi.co.id – BMKG Ungkap Penyebab Gelombang Tinggi dan Banjir Rob

Dalam beberapa hari ini wilayah Pantai Utara di Pulau Jawa diserang oleh gelombang tinggi dan banjir rob. Menurut Yunus S. Swarinoto Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hal tersebut disebabkan oleh pengaruh astronomi terjadinya bumi, bulan dan matahari berada dalam satu garis lurus (spring tide). Alhasil tinggi muka laut menjadi naik, dan muncul gelombang tinggi di laut.

Hal ini, kata Yunus, merupakan siklus rutin bulanan yang normal. Namun ini menjadi berbahaya karena bersamaan dengan terjadinya anomali positif tinggi muka air laut di wilayah Indonesia setinggi 15 hingga 20 sentimeter. “Kondisi ini memberikan dampak yang menimbulkan kerugian materi di beberapa wilayah seperti pesisir Jakarta, Pekalongan, dan Semarang,” kata Yunus dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 7 Mei 2016.

BMKG memprediksi gelombang dan banjir rob akan berlangsung selama dua hari ke depan. Berbeda halnya dengan gelombang pasang yang terjadi di Barat Sumatera dan Selatan Jawa hingga NTT. Selain karena pengaruh yang sama seperti banjir rob, di wilayah selatan diperkuat dengan adanya penjalaran alun (swell) yang dibangkitkan dari pusat tekanan tinggi subtropis di barat daya Australia.

Gelombang tinggi tersebut diprediksi masih akan terjadi hingga 5 hari ke depan. Beberapa daerah yang akan terkena di antaranya, Perairan utara dan barat Aceh, Perairan barat Nias Mentawai, Perairan Bengkulu Kep. Enggano, Perairan barat Lampung, Perairan selatan Banten hingga Jawa Timur, dan – Perairan selatan Bali, NTB dan NTT. “Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan siaga, terutama masyarakat pesisir pantai barat Sumatera dan selatan Jawa hingga NTT untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gelombang tinggi,” kata Yunus. EGI ADYATAMA

(red/andhi/urhartanto/SN)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!