Album Penyanyi Aborijin Gawurra Dipuji Majalah Rolling Stone

redaksi.co.id - Album Penyanyi Aborijin Gawurra Dipuji Majalah Rolling Stone Penyanyi dan penulis lagu Aborijin, Stanley 'Gawurra' Gaykamangu, merilis album debutnya dengan pujian yang tinggi dari...

10 0

redaksi.co.id – Album Penyanyi Aborijin Gawurra Dipuji Majalah Rolling Stone

Penyanyi dan penulis lagu Aborijin, Stanley ‘Gawurra’ Gaykamangu, merilis album debutnya dengan pujian yang tinggi dari majalah Rolling Stone.

Debut album Stanley, Ratja Yaliyali, mendapat review 4,5 bintang dari majalah musik tersebut, membuat penyanyi ini hampir menangis menanggapi pujian itu.

“Saya ingin menangis, di hati, karena itu semakin besar di masa mendatang dan saya tak tahu akan menjadi apa. Tapi saya melakukan ini bukan hanya untuk diri saya, tetapi untuk kami, warga kulit hitam dan putih Australia. Saya tak di sini untuk keluarga saya, saya di sini untuk Anda, untuk saya, untuk setiap orang saya lakukan hal ini,” kata pria yang akrab disapa Gawurra ini.

Dibesarkan di komunitas terpencil Milingimbi di utara Australia, Gawurra bernyanyi tentang hidupnya di Arnhem Land dalam bahasa ibunya, Gupapuyngu.

Lirik lagunya berkisah tentang semangat dan kondisi alam dari pulau kampung halamannya. “Ketika kami bernyanyi, terutama dalam bahasa saya, kami bernyanyi dari hati dan bercerita melalui musik. Tak masalah jika orang tak mengerti, tapi Anda bisa mendengarkan, Anda bisa merasakan semangatnya,” tutur Gawurra alias Stanley.

Seperti banyak musisi, ia harus melakukan perjalanan jauh dari rumahnya untuk membangun karirnya, pertama menuju wilayah Alice Springs dan lalu ke Melbourne. Perjalanan menuju peluncuran album debutnya sudah bertahun-tahun dilakukan.

“Saya mencoba banyak label rekaman tetapi mereka mengatakan ini terlalu sulit dan [kemudian] saya menemukan CAAMA [Asosiasi Media Aborijin Australia Tengah],” cerita Gawurra.

Tahun lalu, ia bepergian sendiri sejauh 1.500 kilometer dengan bus ke studio CAAMA di Alice Springs. “Ketika ia datang, ia duduk dan ia sangat baik, sangat sopan, sangat lembut berbicara dan kemudian mengambil sebuah gitar lalu mulai mengetem dan bersiap-siap. Lalu ia membuka suaranya dan mulai bernyanyi dan wow. Saya langsung mendapat koneksinya, merinding,” kenang teknisi studio, Rohan Carmody.

Sebagai seorang seniman Yolngu dari wilayah North East Arnhem Land, membandingkan dirinya dengan Gurrumul, rekan sesama musisi peraih banyak penghargaan, menjadi hal yang tak terelakkan. Ada harapan tinggi ia juga akan menarik bagi khalayak luas.

“Saya pikir fakta ia bernyanyi dalam bahasa asli, itu benar-benar memberi mereka nada melodi ekstra dan hal-hal yang, saya kira, tak cukup anda dapatkan dari seseorang yang besar di kota,” ujar Rohan.

Gawurra memiliki jadwal tur yang sibuk ke depannya, termasuk pernampilan perdana albumnya di Festival Walking with Spirits, di dekat kota Katherine bulan depan. Ia kemudian akan mendukung Peter Garrett di Festival Darwin pada Agustus.

(red/ahyu/etyo/armawan/WSD)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!