Sidang Pembunuhan Enno, Dua Saksi Mahkota Bersaksi untuk RA

redaksi.co.id - Sidang Pembunuhan Enno, Dua Saksi Mahkota Bersaksi untuk RA Persidangan pembunuhan sadis dengan korban Enno Farihah, 18 tahun digelar hari ini, Rabu, 8 Juni...

19 0

redaksi.co.id – Sidang Pembunuhan Enno, Dua Saksi Mahkota Bersaksi untuk RA

Persidangan pembunuhan sadis dengan korban Enno Farihah, 18 tahun digelar hari ini, Rabu, 8 Juni 2016 di Pengadilan Negeri Tangerang.

Sidang ini adalah sidang kedua yang dijalani terdakwa Rahmad Alim, 15 tahun.

Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim R. A. Suharni itu dengan agenda mendengar keterangan saksi. Jaksa Penuntut Unum Kejaksaan Negeri Tangerang Ikbal Hadjarati menyatakan sidang akan berlangsung secara maraton.

“Hari ini, kami akan dengar kesaksian dua saksi mahkota yang tak lain dua terdakwa Iman dan Arif yang sama-sama menghabisi nyawa korban,” kata Ikbal.

Selain saksi mahkota, jaksa juga akan memeriksa dua saksi kawan korban. Dua saksi ini pada sidang pertama sudah hadir bersama lima orang lainnya yang sudah didengar kesaksiannya.

Sidang hari ini akan dibuka lebih awal pada pukul 08.30. Persidangan kemarin dimulai pukul 10.00 dan berlangsung selama empat jam hingga pukul 14.00.

“Sidang maraton ini sudah kami sepakati dengan majelis hakim sehingga Jumat, 10 Juni kami bisa bacakan tuntutan,”kata Ikbal.

Pada sidang perdana dihadiri orangtua korban Arif Fikri dan Mahfudoh. Namun, ibu korban menangis dan keluar ruang sidang sesaat setelah melihat pacul yang diperlihatkan jaksa di ruang pengadilan.

Selain orangtua, kerabat dan tetangganya yang datang dari Serang, puluhan pengunjukrasa juga mendesak pengadilan menghukum mati terdakwa.

Pembunuhan sadis yang disertai kekerasan itu terjadi di tempat Enno tinggal di mes PT Polyta Global Mandiri, Desa Jatimulya, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, pada Kamis malam, 14 Mei 2016.

RA (Rahmad Alim), yang mengaku sebagai kekasih Enno, memiliki motif sakit hati lantaran ajakan berhubungan badan ditolak korban. Ketika sedang ke luar untuk merokok, RA bertemu dengan Imam dan Arif, yang sama-sama sakit hati terhadap Enno.

Arif mengaku sering disebut jelek dan pahit oleh korban, sedangkan Imam tak pernah mendapat respons setelah berkali-kali mendekati korban.

Jaksa Ikbal mengatakan pasal-pasal yang dikenakan dalam dakwaan sesuai dengan pasal-pasal yang ada dalam berkas acara penyidikan (BAP) kepolisian. Termasuk UU Perlindungan Anak Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

Persidangan tersangka RA lebih cepat karena masuk kategori anak di bawah umur. Sedangkan untuk dua tersangka lain, Kejaksaan menunggu penyerahan tahap dua yaitu barang bukti dan tersangka dari penyidik Polda Metro Jaya. AYU CIPTA

(red/ahyu/etyo/armawan/WSD)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!