Dianggap Ilegal, Pengadilan Prancis Denda Uber Rp 12 Miliar

redaksi.co.id - Dianggap Ilegal, Pengadilan Prancis Denda Uber Rp 12 Miliar Pengadilan Prancis menjatuhkan denda kepada perusahaan transportasi online, Uber Technologies, sebesar 800 ribu euro atau...

10 0

redaksi.co.id – Dianggap Ilegal, Pengadilan Prancis Denda Uber Rp 12 Miliar

Pengadilan Prancis menjatuhkan denda kepada perusahaan transportasi online, Uber Technologies, sebesar 800 ribu euro atau sekitar Rp 12 miliar kemarin.

Perusahaan asal Amerika Serikat itu didenda karena dianggap menjalankan layanan transportasi ilegal dengan pengemudi nonprofesional. Dua pejabat eksekutif Uber pun didenda dengan nominal yang lebih kecil. Seperti dikutip dari kantor berita Reuters , Kamis, 9 Juni 2016, pengadilan Paris meminta Uber untuk membayar 400 ribu Euro dan setengahnya lagi ditangguhkan.

Direktur Uber untuk Eropa, Timur Tengah, dan Afrika, Pierre-Dimitri Gore-Coty, dan Manajer Uber di Prancis, Thibaud Simphal, juga dinyatakan bersalah dengan tuduhan melakukan penipuan komersial dan mengoperasikan layanan transportasi ilegal. Gore-Coty didenda sebesar 30 ribu euro dan Simphal didenda sebesar 20 ribu euro.

Sama seperti Uber, setengah dari denda yang dijatuhkan kepada mereka juga ditangguhkan. Di sisi lain, pengadilan tidak mengikuti rekomendasi jaksa penuntut untuk melarang Uber menjalankan perusahaannya di Prancis. Uber menyatakan akan mengajukan banding atas putusan pengadilan itu.

Kasus ini menjadi kasus pertama di mana pejabat eksekutif sebuah perusahaan modal ventura paling bernilai di dunia diadili. Uber sendiri terlibat dalam berbagai permasalahan hukum di berbagai negara sejak didirikan pada 2009. “Kami menghentikan Uber POP pada musim panas lalu dan kami kecewa dengan hukuman ini,” ujar juru bicara Uber. “Komisi Eropa sudah mempublikasikan sebuah panduan yang mendukung layanan ini,” katanya.

Juni ini, Komisi Eropa menyatakan negara anggota Uni Eropa seharusnya melakukan pemblokiran terhadap layanan sharing-economy seperti Uber sebagai pilihan terakhir. Uber POP merupakan sebuah layanan transportasi yang menghubungkan pengguna dengan para pengemudi nonprofesional melalui aplikasi telepon pintar.

Uber Prancis pun menghentikan sementara layanan mereka tahun lalu setelah pemerintah melarang Uber karena adanya tekanan dari pengemudi taksi yang berlisensi. Di Frankfurt, pengadilan Jerman juga memblokir Uber POP pada Kamis kemarin. Pengadilan Jerman menolak permohonan banding Uber terhadap putusan pengadilan sebelumnya yang menjatuhkan denda yang cukup berat untuk setiap pelanggaran hukum lokal Jerman terkait transportasi. REUTERS | ANGELINA ANJAR SAWITRI

(red/udianto/R)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!