RA Mengaku Disiksa, Disetrum, Hingga Diancam Pistol Penyidik

redaksi.co.id - RA Mengaku Disiksa, Disetrum, Hingga Diancam Pistol Penyidik RA, 15 tahun, remaja kelas III SMP yang menjadi tersangka pembunuhan Eno Parihah, karyawan pabrik plastik...

7 0

redaksi.co.id – RA Mengaku Disiksa, Disetrum, Hingga Diancam Pistol Penyidik

RA, 15 tahun, remaja kelas III SMP yang menjadi tersangka pembunuhan Eno Parihah, karyawan pabrik plastik di Kosambi, Kabupaten Tangerang mengaku selama dalam pemeriksaan penyidik Polda Metro Jaya berada dalam tekanan dan penyiksaan.

“Anak saya dipaksa mengaku, disiksa, disetrum sampai diancam dengan pistol oleh penyidik,” kata Udin, ayah RA, kepada Tempo, Kamis, 9 Juni 2016.

Udin mengaku melihat sendiri luka dan lebam bekas penyiksaan ditubuh putra sulungnya itu. “Sangat sedih melihat kondisinya, dia hampir tidak tahan menghadapi kasus ini,” katanya.

Kepada Udin, RA menceritakan semua intimidasi dan ancaman yang dilakukan penyidik polisi terhadap dirinya. Menurut Udin, polisi memaksa anaknya mengakui membunuh Eno Parihah.

“Tapi anak saya tetap berkukuh tidak mengakui. Saya juga bilang ke anak saya sikap itu harus dipertahankan meski nyawa taruhannya.”

Sejak dijemput polisi di rumahnya pada Sabtu malam 14 Mei lalu, Udin mengaku baru bisa menemui anaknya sepekan setelah penangkapan itu.

“Anak saya tidak sempat membawa pakaian, berhari hari ia mengenakan pakaian yang dipakai saat ditangkap,” kata Udin.

RA yang masih di bawah umur merupakan satu dari tiga tersangka pembunuhan disertai perkosaan dan kekerasan seksual yang ekstrim terhadap Eno Parihah di dalam mes karyawan pabrik tempat gadis malang itu bekerja.

Belakangan, dua tersangka lainnya, Rahmat Arifin dan Imam Hapriadi dalam kesaksiannya di persidangan kemarin membantah mengenal RA. Mereka mengatakan bukan RA yang bersama mereka saat melakukan pembunuhan dan perkosaan terhadap Eno. JONIANSYAH HARDJONO

(red/urista/urnamasari/NP)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!