Mengintip 6 Teknologi Canggih Kapal Perang Terbaru AS

redaksi.co.id - Mengintip 6 Teknologi Canggih Kapal Perang Terbaru AS Kapal induk Nimitz class 10 milik Angkatan Laut Amerika Serikat sudah berhasil membuat dunia iri. Tak...

76 0

redaksi.co.id – Mengintip 6 Teknologi Canggih Kapal Perang Terbaru AS

Kapal induk Nimitz class 10 milik Angkatan Laut Amerika Serikat sudah berhasil membuat dunia iri. Tak berhenti sampai di sana, kali ini mereka merancang kapal baru yang lebih canggih, yakni Ford-class.

Walaupun perubahan antara kapal pendahulunya, yakni Nimitz, dengan Ford dari luar tampak tak terlalu drastis, namun peningkatan beberapa teknologi di kapal induk Ford dinilai lebih sesuai untuk digunakan di masa depan.

Pembuatan Ford memang membutuhkan lebih banyak biaya dan waktu, namun hal tersebut dianggap sesuai dengan peningkatan teknologi yang digunakan di kapal induk tersebut.

Desain Ford dinilai sangat visioner, karena sang perancangnya secara berani membuat kapal induk yang belum pernah dirancang sebelumnya yakni dengan menggunakan beberapa teknologi canggih.

Dikutip dari Business Insider, Jumat (10/6/2016), berikut 6 teknologi terbaru yang digunakan kapal induk Angkatan Laut AS.

1. Reaktor Nuklir dalam Kapal

Kapal induk Ford yang diberi nama seperti Presiden ke-38 AS, Gerald Ford, rencananya akan dipesan sebanyak 4 buah. Kapaltersebut akan dilengkapi dengan reaktor nuklir yang lebih canggih, dengan tiga kali kapasitas pembangkit listrik Nimitz.

Kapasitas pembangkit listrik tersebut memberi kesempatan Ford untuk memakai dan mengembangkan teknologi baru selama mereka beroperasi.

Dengan kekuatan tersebut, diperkirakan Ford dapat dijadikan tempat penggunaan railgun — senjata yang mengubah energi listrik menjadi tekanan magnetis dan melontarkan muatan terarah ke sasaran dengan tingkat kecepatan mendekati kecepatan suara.

2. Sistem Peluncuran Pesawat Elektromagnetik

Sebelumnya, Nimitz menggunakan sistem peluncuran bertenaga uap untuk mengirim F/A-18s dan pesawat lainnya. Namun Ford menggunakan kapasitas pembangkit listrik besarnya untuk sistem elektromagnetik guna meluncurkan pesawat.

Sistem yang disebut dengan Electromagnetic Aircraft Launch System (EMALS) tersebut tak hanya dapat meluncurkan pesawat dengan bobot lebih berat, namun juga mengurangi keausan.

Selain itu, peningkatan sistem tersebut juga memungkinkan adanya peluncuran pesawat jenis baru pada masa depan.

3. ‘Pulau’ Baru

Peningkatan teknologidi kapal induk Ford menyebabkan ‘pulau’ atau menara di dek kapal dapat bergeser lebih jauh ke belakang. Hal tersebut memberikan lebih banyak ruang dan aksesibilitas pesawat di atas dek yang akan meningkatkan efisiensi proses.

Perencana Angkatan Laut memperkirakan desain baru tersebut akan membantu kapal induk menambahkan kemampuan serangan mendadak sebanyak 33 persen.

“Ketika pesawat mendarat, mereka dapat mengisi bahan bakar, mempersenjatai ulang, seperti model pit stop NASCAR,” ujar Komandan Gerald R. Ford, Kapten John F Meier, ketika menanggapi desain baru tersebut.

4. Dual Band Radar

Dual Band Radar (DBR) beroperasi secara bersamaan pada dua frekuensi, yang memungkinkanradar secara efektif dapat mengklasifikasikan apakah pesawat di ketinggian rendah atau rudal.

Radar tersebut bekerja dengan baik untuk melacak pesawat yang masuk dan datangnya rudal. Selain itu, DBR juga mendukung peluncuran senjata dan pesawat.

Kapal induk Gerald R Ford tersebut menjadi kapal pertama yang akan membawa DBR. Perencana Angkatan Laut sedang mengevaluasi kandidat penyedia Enterprise Air Surveillance Radar dan diperkirakan akan menghemat hingga $ 120 juta atau Rp 1,59 triliun.

5. Kait Pendaratan Otomatis

Peningkatan lain yang terdapat di kapal induk Ford adalah dengan adanya kait pendaratan otomatis atau AdvancedArresting Gear (AAG). Sistem tersebut membantu Ford untuk mengakomodasi jenis pesawat yang lebih luas.

Namun, AAG juga menghadapi masalah. Baru-baru ini Angkatan Laut mengatakan, mereka mempertimbangkan alternatif untuk kapal induk di masa depan namun Ford tetap akan menggunakan sistem tersebut.

6. Elevator dengan Sistem Elektromagnetik

Kapal induk Ford akan menggunakan medan elektromagnetik untuk mengoperasikan elevator, bukan memakai kabel konvensional.

Hal tersebut memungkinkan desain lebih sederhana yang akan membantu mengurangi biaya pemeliharaan. Elevator kargo juga akan menggantikan cargo converters, yang membutuhkan lebih banyak pekerja.

(red/ramanta/utra/amungkas/BPP)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!