Simbol Rahasia di Balik Bendera-bendera Negara Dunia

redaksi.co.id - Simbol Rahasia di Balik Bendera-bendera Negara Dunia Negara-negara ini cukup 'cerdas' menyembunyikan simbol dalam benderanya. Namun kadang kala rahasia itu terpampang dengan gamblang.Dari di...

25 0

redaksi.co.id – Simbol Rahasia di Balik Bendera-bendera Negara Dunia

Negara-negara ini cukup ‘cerdas’ menyembunyikan simbol dalam benderanya. Namun kadang kala rahasia itu terpampang dengan gamblang.

Dari di balik warna bendera Australia hingga bendera China, ada banyak simbol-simbol kecil yang memiliki arti lebih dibanding yang dilihat oleh mata telanjang.

Bagaimanapun, menurut presiden Flags Australia, Ralph Kelly, arti simbol itu tak selamanya tersembunyi. Andai, Anda tahu kemana harus melihat.

Kelly mengatakan kebanyakan bendera dirancang agar terlihat cerdas dan mereka yang mendesain atau tahu luar dalam tentang negerinya, simbol itu terlihat dengan mudah.

“Bendera Denmark paling tua sedunia,” kata Kelly kepada News.com.au, seperti dilansir Liputan6.com pada Kamis (10/6/2016).

“Asal muasalnya berasa dari legenda dan peperangan… mirip bendara Skotlandia. Tapi, kenyataan arti dari bendera itu sebenarnya tidak terlalu tersembunyi.”

Kelly menambahkan, bendera Australia sering diasosiakan dengan monarki Inggris. Sementara Union Jack (bendera Inggris) sangat jelas, yang berarti simbolisme dan konektivitas yang tercipta dari waktu ke waktu.

Namun, kata Kelly, di antara bendera dengan simbol tersenyum, yang paling menonjol rahasianya adalah, bendera Afrika Selatan.

Bendera Australia, dirancang dengan arti persatuan. Tapi, jika dilipat setengah, bisa terlihat Union Jack.

Berikut 10 bendera dunia dengan makna tersembunyi:

Australia

Menurut Kelly, bendera Australia jelas memiliki hubungan dengan bendera Inggris, keterkaitan antar dua negara telah tertera lebih dari sekedar simbolisme belaka.

Bendera Australia dibuat pada 1901, sementara Union Jack ditambahkan untuk memperlihatkan bahwa Australia merupakan bagian dari Kerajaan Inggris.

Sementara, latar belakang biru adalah warna biasa bagi negara-negara kolonial.

Yang menarik, ada beberapa perubahan di bendera Australia, termasuk tambahan 7 bintang pada 1908, dari sebelumnya hanya 6.

Bintang tersebut dimaksudkan sebagai perwakilan dari negara bagian.

Jerman

Negara Eropa itu benar-benar cerdas ketika bendera –yang sekarang ini dipakai– digunakan kembali pada tahun 1949.

Menurut Mr Kelly, Jerman ingin kembali ke bendera yang pertama kali diadopsi pada tahun 1919 setelah Perang Dunia I.

Ketika Nazi menyerbu, simbol negara yang berlaku memiliki warna merah, putih dan hitam sebagai dominasi militer Jerman.

Setelah Nazi jatuh, menurut Kelly, “Jerman ingin menjauh dari makna militer atau asosiasi apapun dengan Nazi.”

“Merah, kuning dan hitam adalah simbol Republik Weimar dan menghapus apapun terkait Nazi.”

Afrika Selatan

Ketika Afrika Selatan berubah menjadi negara demokrasi pada tahun 1994. Tuntutan pun diajukan, untuk membuat bendera yang mewakili kesatuan.

Selain kesatuan, negara itu menampilkan keberagaman yang sejati lewat warna bendera.

Mereka masih mengakui Belanda (diwakili dengan simbol oranye dan merah) dan Inggris (setengah dari Union Jack, biru dan merah).

“Makna tersembunyi di sini adalah penekanan terhadap kesatuan, tapi juga dengan keberagaman,” kata Kelly.

Di bawah apartheid, Afrika Selatan menderita segregasi rasial yang dilakukan di bawah kekuasaan kulit putih yang diperkenalkan pada tahun 1948 oleh Partai Nasional Afrikaner yang saat itu mendominasi.

Masih tidak dapat melihat Union Jack? Lipat dua secara horizontal dan perhatikan dengan seksama.

Brasil

Bendera Brasll memiliki 26 bintang mewakili negara bagian dan distrik federal.

Namun, bukannya berbaris rapi, mereka ditempatkan berdasarkan rasi bintang langit malam di Rio di Jeneiro pada 15 November 1889.

Bintang-bintang itu juga dibuat terbalik, seperti pandangan sesorang ketika melihat Rio dari angkasa.

Grenada

Bendera dari salah satu negara Karibia juga memiliki simbol tersenyembunyi.

Merah berarti kuat, emas berarti bijak, dan 7 bintang mewaliki parokinya, dan hijau berarti simbol dari tanaman yang subur.

Namun, ada simbol di sebelah kiri yang mungkin membuat orang bingung.

Menurut website resmi pemerintah Grenanda, simbol kecil itu memiliki alasan besar. Tak hanya menggambarkan pala, tapi juga reputasi negara itu sebagai surga rempah-rempah.

China

Kita semua tahu bahwa merah untuk kekuatan. Tapi di China, warna itu berasosiasi dengan komunisme dan jiwa revolusi pada 1949.

Bintang besar yang dikelilingi 4 bintang kecil merupakan lambang kesatuan di bawah Partai Komunis.

Sementara 4 bintang melambangkan kelas tradisional di China.

India

Bendera India diresmikan pada Juli 1947 setelah merdeka dari Inggris.

Di tengahnya terdapat lingkarang biru tua Ashoka Chakra yang berarti Roda Hukum. Tak hanya mewakili 24 jam dalam sehari, tapi juga pengetahuan tentang agama Hindu.

Oranye mewakili keberanian dan juga warna penting bagi umat Hindu, Buddha dan Jains.

Sementara, garis putih mewakili kesucian sementara hijau berarti keyakinan dan kesuburan. Dua warna itu memiliki arti penting bagi umat Muslim.

Botswana

Bendera itu berwarna biru terang, dengan garis putih dan hitam di tengahnya.

Hitam dan putih berarti keselarasan dan warna itu mewakili baju nasional.

Biru mewakili ketergantungan negara itu akan air, sementara hitam dan putih mewakili simbol nasional mereka, zebra.

Austria

Bendera itu ada semenjak 1084 dan sebagai simbol sejarah yang berdarah-darah.

Bendera itu terinspirasi legenda Duke Leopold IV dari Austria yang menurut legenda berperang dalam perang Salib.

Selama berperang, ia terluka parah dan berdarah. Namun, darahnya sama sekali tak mengenai baju putihnya.

Namun, warga Austria sekarang tidak mau dikatakan ada keterkaitan dengan warna peperangan, melainkan kedamaian.

Korea Utara

Warna merah di bendera Korut diduga warna komunisme atau sosialisme dan bintang di tengahnya kemungkinan bearti sama.

Menurut Famous Wonders, putih melambangkan kesucian namun arti di balik warna biru kemungkinan berarti perdamaian.

(red/ris/ahyudianto/AW)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!