Perusahaan di Balik Seragam Militer dan Petinggi Dunia

redaksi.co.id - Perusahaan di Balik Seragam Militer dan Petinggi Dunia Dari jantung Yorkshire, Inggris, sebuah perusahaan keluarga ternyata menjalankan bisnis mendunia yang menyediakan seragam militerdan pakaian...

28 0

redaksi.co.id – Perusahaan di Balik Seragam Militer dan Petinggi Dunia

Dari jantung Yorkshire, Inggris, sebuah perusahaan keluarga ternyata menjalankan bisnis mendunia yang menyediakan seragam militerdan pakaian seremonial.

Lebih mengejutkan lagi, pelanggan mereka ternyata berasal dari para pemimpin besar, diktator terkenal, hingga bintang pop kenamaan.

Dikutip dari BBC, Jumat (10/6/2016), perusahaan bernama Wyedean yang didirikan pada tahun 1852 tersebut, awalnya hanya menawarkan 12 barang. Saat ini, perusahaan itu menghasilkan 10 ribu produk dengan beberapa desain yang tak berubah sejak Abad ke-19.

Meskipun termasuk perusahaan kecil, Wyedean masih dapat bersaing dengan pengrajin dari Inggris dan seluruh dunia, termasuk beberapa pabrik di Asia yang memiliki upah buruh lebih rendah.

Perusahaan tersebut berhasil bertahan menjalankan bisnisnya hingga 150 tahun dengan memegang sebuah prinsip dasar, yakni menjaga reputasi. Hubungan baiknya dengan Kementerian Pertahanan Inggris telah membantu mereka meluaskan penjualannya ke beberapa negara.

Perusahaan Kecil yang Mendunia

Mliter di Arab Saudi, Fiji, Selandia Baru, Sri Lanka, serta Inggris termasuk pelangganWyedean. Selain itu, perusahaan tersebut juga membuat seragam militer untuk militer PBB dan layanan keamanan dari 60 negara lainnya.

Koneksi kolonial juga masih memainkan peran dalam bisnis Wyedean. Beberapa produksi perusahaan telah dilakukan dari Pakistan sejak tahun 2000.

Banyak negara yang dahulunya merupakan koloni Inggris, masih meniru seragam negara yang dipimpin Ratu Elizabeth tersebut bahkan puluhan tahun setelah kemerdekaan.

“Apa yang negara-negara Persemakmuran pakai secara tradisional merupakan gaya Inggrisdan menjadi kekuatan pendorong utama untuk klien di luar negeri…,” ujar Direktur Wyedean, Robin Wright.

Dengan jaringan luas yang dimiliki Wyedean mungkin tak mengagetkan jika produk mereka dipakai oleh penguasa terkenal, seperti Idi Amin, Moammar Khadafi, hingga Saddam Husein.

Namun menurut Wright, Wyedean jarang melakukan kontak langsung dengan para kliennya. Kebanyakan penjualan dilakukan melalui pihak ketiga.

Wyedean tak hanya melayani pembuatan seragam militer, perusahaan itu juga melayani pembuatan baju resmi suatu negara.

Menghadapi klien dari luar negeri menjadi tantangan tersendiri, termasuk negara-negara yang mengalami pergolakan politik.

Salah satu contohnya yakni pada 1979, Ghana tak pernah mengambil 5 ribu ban lengan untuk polisi nasional yang telah dipesannya. Atas peristiwa itu, perusahaan tersebut pun mengalami kerugian besar.

Namun hal tersebut tak menghentikan Wyedean menerima pesanan dari luar negeri. Saat ini perusahaan tersebut sedangmengincar negara-negara Teluk Arab, di mana mereka sangat menghargai pakaian, emas, dan produk dari Inggris.

Merambah Dunia Hiburan

Wyedean yang awalnya hanya membuat produk untuk keperluan militer dan kenegaraan, saat ini mulai digunakan oleh para aktor.

Perusahaan tersebut beberapa kali ikut membantu membuat kostum sejumlah film, seperti Saving Private Ryan, Lord of the Rings, The Last Samurai dan Indiana Jones: Raiders of the Lost Ark.

Walaupun tak memberi keuntungan sebanyak pesanan seragam militer, namun mereka juga sedang menaruh perhatian untuk membangun jaringan keHollywood.

Michael Jackson merupakan selebriti lain yang pernah mengenakan baju dari Wyedean. Penjahit personal MJ membeli tunik militer dari Wyedeandan mengubahnya agar lebih personal, yakni dengan menempatkan AC berukuran kecil di dalam baju untuk membuatnya tetap dingin.

Wyedean mungkin telah menghadapi berbagai tantangan selama 150 tahun berdiri. Namun sepanjang perang masing berkecamuk dan film masih dibuat, perusahaan tersebut masih akan terus menghiasi raja dan ratu, tentara, serta diktator, bahkan beberapa selebriti.

(red/urista/urnamasari/NP)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!