Datangi 2 Pasar, Menteri Perdagangan Sebut Harga Terkendali

redaksi.co.id - Datangi 2 Pasar, Menteri Perdagangan Sebut Harga Terkendali Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong mengunjungi dua pasar tradisional di Jakarta, yakni Pasar Rawamangun dan Pasar...

9 0

redaksi.co.id – Datangi 2 Pasar, Menteri Perdagangan Sebut Harga Terkendali

Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong mengunjungi dua pasar tradisional di Jakarta, yakni Pasar Rawamangun dan Pasar Kramat Jati. Kunjungan tersebut untuk memantau harga bagan pokok di berbagai titik. Secara pribadi, saya juga tertarik untuk turun langsung ke lapangan, ujarnya saat ditemui di Pasar Rawamangun, Jumat, 10 Juni 2016.

Menteri Thomas datang ke Pasar Rawamangun sekitar pukul 08.00 pagi. Kurang lebih setengah jam, ia berkeliling memantau harga daging sapi, daging ayam, beras, dan telur. Dari hasil pantauannya, Thomas mengatakan, Pasar Rawamangun termasuk pasar untuk kelas menengah atas sehingga harganya cenderung lebih tinggi dibanding pasar lain.

Untuk mengantisipasi kelangkaan, dia mendorong adanya penambahan stok daging, khususnya melalui impor. Tapi untuk stok, aman, kata dia. Impor, kata Thomas, merupakan langkah efektif jangka pendek guna memperkuat persediaan di pasar. Impor juga dilakukan untuk menekan harga daging di pasar karena daging impor beku dibanderol seharga Rp 80 ribu per kilogram, sedangkan daging sapi segar harganya Rp 113 ribu per kilogram.

Menyinggung soal harga daging sapi segar yang tinggi, Menteri Lembong mengungkapkan hal itu disebabkan karena rantai distribusi yang panjang. Itu juga yang dikeluhkan pedagang di Pasar Rawamangun. Mereka terima dari wholesaler (grosir) dan distributor dengan harga yang sudah tinggi, ucapnya. Usai memantau harga di Pasar Rawamangun, dia langsung menuju Pasar Kramat Jati. Thomas tiba di sana sekitar pukul 08.45.

Di pasar Kramat Kati, ia juga memantau harga daging sapi, daging ayam, telur, dan beras. Dari pantauannya, kondisi stok bahan pokok tak jauh berbeda dibanding Rawamangun. Hanya saja harga komoditi di Kramat Jati sedikit lebih murah. Secara keseluruhan, harga dan stok masih terkendali, tutur dia. BAGUS PRASETIYO

(red/ijayanto/W)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!