Donasi Nenek Saeni Capai Rp 265 Juta, Netizen: Hati-hati ntar Diambil lagi Sama Satpol PP

redaksi.co.id - Donasi Nenek Saeni Capai Rp 265 Juta, Netizen: Hati-hati ntar Diambil lagi Sama Satpol PP Penggalangan dana untuk Nenek Saeni, penjual nasi di Serang,...

19 0

redaksi.co.id – Donasi Nenek Saeni Capai Rp 265 Juta, Netizen: Hati-hati ntar Diambil lagi Sama Satpol PP

Penggalangan dana untuk Nenek Saeni, penjual nasi di Serang, Banten, yang dirazia Satpol PP karena berdagang di bulan puasa, mencapai angka yang fantastis.

Hingga penggalangan dana ditutup, pukul 12.00 WIB ini, dana yang sudah terkumpul mencapaiRp 265.534.758.

Netizen dalam kolom komentar postingan berita sebagian besar mengaku bersyukur dengan donasi pada Nenek Saeni dan ada yang mengingatkan agar hati-hati dengan uang donasinya.

“Alhamdulillah. Hati2 aja uang donasinya ntar diambil lagi dari satpol pp.”

“Haha lucunya negri ini. Org buka warung mkanan eh malah disita dri satpolpp alasanya ga masuk akal LOL bngt!!!”

Demikian tulis akun Jeni Cristin.

Senada, netizen lainnya Fahmi Rudiansyah mengatakan,“hati2 bu..entar uang donasi untuk ibu ikut disita mereka juga..maklum lah mereka lagi cari uang THR dagangan di sikat..uang juga di sikat.”

Sebelumnya seperti dikutip dari Tribunnews Bogor, penggagas penggalangan dana Dwika Putra melalui akun twitternya @dwikaputra menjelaskan perolehan total donasi.

“Dengan total 2.427 (Dua Ribu Empat Ratus Dua Puluh Tujuh) Donasi, total yang terkumpul adalah Rp 265.534.758,” katanya.

Melalui akun twitternya juga, ia mengatakan akan menggalang kerjasama dengan beberapa pihak untuk menyalurkan donasi yang terkumpul itu.

Selain Saeni, bantuan donasi juga akan diserahkan kepada pedagang lain yang menjadi korban razia Satpol PP.

“Melihat masukan yang ada juga, kami memang mengeluarkan pernyataan bahwa akan disebarkan bagi pedagang lain yang terimbas,” ujarnya di twitter.

Sebelumnya, Satpol PP merazia dagangan di warung nasi Saeni, Rabu (8/6/2016).

Petugas membungkus semua makanan yang dijual di warung tersebut tanpa tersisa.

Saeni sempat sakit setelah warungnya dirazia Satpol PP.

Saeni mengaku kaget ketika Satpol PP merazia warungnya karena sebelumnya tidak ada pemberitahuan atau peringatan.

Saat razia terjadi, dia mengaku baru saja selesai memasak untuk dagangan di warungnya, sejak pukul 10.00 WIB dan selesai 2,5 jam kemudian.

“Pintu warung sebenarnya juga sudah ketutup rapat, jendela dikasih kain, menghormati yang lagi puasa,” tuturnya. (TribunnewsBogor/Vivi Febrianti)

(red//ur/sikin/MNA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!