Kewajiban Lapor Kartu Kredit Bikin Ekonomi Kian Lesu

redaksi.co.id - Kewajiban Lapor Kartu Kredit Bikin Ekonomi Kian Lesu Ekonom Universitas Indonesia, Lana Soelistianingsih, memperkirakan daya beli masyarakat pada tahun 2016 ini tetap lemah. Hal...

16 0

redaksi.co.id – Kewajiban Lapor Kartu Kredit Bikin Ekonomi Kian Lesu

Ekonom Universitas Indonesia, Lana Soelistianingsih, memperkirakan daya beli masyarakat pada tahun 2016 ini tetap lemah. Hal itu ditunjukkan oleh pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada kuartal pertama tahun ini yang hanya sebesar 4,94 persen.

“Masyarakat juga rasional. Ketika belanja negara lambat, dia juga menahan diri untuk tidak terlalu berkonsumsi. Apalagi ada kebijakan Ditjen Pajak yang mengincar wajib pajak dan juga wajib lapor untuk kartu kredit,” kata Lana saat dihubungi, Ahad, 12 Juni 2016. Menurut Lana, kebijakan Menteri Keuangan yang mewajibkan perbankan melaporkan data transaksi kartu kredit nasabahnya kepada Direktorat Jenderal Pajak justru akan menghambat pertumbuhan konsumsi rumah tangga.

“Ini bahaya. Harusnya pemerintah waspada,” tuturnya.

Lana berujar, indikator yang masih bisa diandalkan untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi agar sesuai target 5,1 persen adalah konsumsi rumah tangga. “Kebijakan itu killing, membunuh. Kalau gesek Rp 500 ribu kan nggak terasa. Kalau tunai terasa. Makanya mereka akhirnya mengurangi belanja,” ujarnya. Karena pemerintah belum berencana untuk membatalkan kebijakan itu, Lana khawatir pertumbuhan ekonomi akan berada di bawah target.

“Kalau pertumbuhan ekonomi hanya 4,8 persen di akhir tahun, baru deh. Kalau belum nembus 5 persen, psikologi terganggu. Itu akan berdampak ke investasi,” katanya. Akhir Mei 2016 lalu, Menteri Keuangan mengeluarkan peraturan yang mewajibkan seluruh perbankan dan perusahaan yang menerbitkan kartu kredit untuk melaporkan data transaksi kartu kredit nasabahnya ke Direktorat Jenderal Pajak.

Adapun data yang dapat diminta oleh Ditjen Pajak meliputi nama bank, nomor rekening kartu kredit, ID merchant, nama merchant, nama pemilik kartu, alamat, nomor induk kependudukan atau nomor paspor, Nomor Pokok Wajib Pajak, bukti tagihan, rincian transaksi, dan pagu kredit nasabah.

(red//ur/sikin/MNA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!