Lima Fakta Omar Mateen, Algojo di Klub Gay Orlando

redaksi.co.id - Lima Fakta Omar Mateen, Algojo di Klub Gay Orlando Omar Mateen dengan membabi buta menembaki sebuah kelab malam kaum gay di Orlando, Florida, Ahad...

17 0

redaksi.co.id – Lima Fakta Omar Mateen, Algojo di Klub Gay Orlando

Omar Mateen dengan membabi buta menembaki sebuah kelab malam kaum gay di Orlando, Florida, Ahad (12/6) dini hari.

Akibat perbuatannya itu, 50 orang tewas dan 53 lainnya terluka. Penembakan yang dilakukan Mateen dianggap sebagai penembakan tunggal paling mematikan dalam sejarah AS.

Sebelumnya, penembakan tunggal mematikan terjadi di kampus Virginia Tech pada 2007 yang menewaskan 32 orang.

Siapakah Omar Mateen? Berikut ini lima fakta yang harus anda tahu mengenai pelaku, dikutip dari ITV.

Kesetiaan pada ISIS?

Omar Mateen (29 tahun) menyatakan kesetiaannya kepada pemimpin kelompok radikal ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi lewat layanan telepon darurat 911. Dia menelepon 911 beberapa saat sebelum melakukan penembakan.

Kelompok ISIS mengatakan seorang militannya melakukan serangan, namun sejauh mana keterlibatan ISIS belum diketahui.

Interogasi FBI

Mateen berada dalam radar FBI karena kemungkinan terkait terorisme. Dia diinterogasi dua kali pada 2013 setelah melontarkan pernyataan provokatif kepada rekannya mengenai ekstremisme. Tahun berikutnya, dia diselidiki kembali terkait hubungannya dengan seorang warga AS yang terbang ke Suriah untuk menjadi pengebom bunuh diri.

Namun, FBI tidak mengambil langkah lebih lanjut dan menutup kasus tersebut. Mateen memiliki lisensi petugas keamanan dan kepemilikan senjata. Dia bekerja untuk perusahaan keamanan G4S sejak 2007. Dia membeli senjata yang digunakan dalam penembakan secara legal pekan lalu.

Ayahnya mengatakan aksi tak terkait agama

Ayah Mateen, Mir Seddique, mengatakan pada NBC News serangan tidak terkait dengan agama. Dia mengatakan putranya murka saat melihat dua pria berciuman di hadapan keluarganya. Seddique mengatakan keluarga tidak tahu rencana Mateen dan mereka juga terkejut dengan perbuatan Mateen.

Klaim kekerasan rumah tangga

dari mantan istri Kepada Washington Post, mantan istri mengatakan Mateen tidak stabil secara mental. Mantan istri mengaku Mateen kerap memukulnya selama delapan tahun pernikahan mereka.

“Dia bukan orang yang stabil. Dia memukuli saya. Dia pulang ke rumah dan memukuli saya karena cucian tidak selesai dan hal seperti itu,” ujar mantan istrinya yang tidak diungkap identitasnya.

Pernikahannya berakhir ketika orang tua mantan istri mendatangi rumah mereka dan membawa pergi putrinya. Keduanya bercerai pada 2011.

Mateen, keturunan Afghanistan lahir di New York

Mateen lahir di New York dari orang tua Afghanistan.

Mereka pindah ke Fort Pierce, sekitar 120 mil dari kelab gay yang ditembaki Mateen. Seorang teman sekolahnya yang gay mengatakan Mateen seperti remaja kebanyakan yang tidak menunjukkan tanda-tanda membenci gay.

“Dia tidak menunjukkan kebencian kepada kami. Dia memperlakukan kami seperti individu lainnya. Dia selalu tersenyum dan berkata halo,” ujar temannya tersebut kepada Reuters. Imam masjid Florida dimana Mateen datang selama 10 tahun

terakhir mengatakan Mateen adalah pria yang berbicara halus. Mateen secara rutin datang ke masjid tapi tidak pernah berinteraksi dengan komunitas masjid. “Dia tidak memiliki teman,” kata imam.

(red/endarmono/l/idarto/HAS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!