Wasit Oki Dwi Putra Ambruk saat Pimpin Laga MU Versus Persiba

redaksi.co.id - Wasit Oki Dwi Putra Ambruk saat Pimpin Laga MU Versus Persiba Pertandingan Madura Unitedmelawan Persiba Balikpapandalam pekan keenam TorabikaSoccerChampionship presentedby IM3 Ooredoodiwarnai kejadian wasit...

10 0

redaksi.co.id – Wasit Oki Dwi Putra Ambruk saat Pimpin Laga MU Versus Persiba

Pertandingan Madura Unitedmelawan Persiba Balikpapandalam pekan keenam TorabikaSoccerChampionship presentedby IM3 Ooredoodiwarnai kejadian wasit OkiDwi Putra ambruk.

Laga yang berlangsung di Stadion Gelora Bangkalan, Madura, Senin (13/6/2016) itu sempat berhenti sekitar 20 menit akibat suporter tuan rumah menyalakan cerawat. Asap tebal memenuhi stadion sehingga pemain tak bisa melanjutkan pertandingan padahal laga babak kedua baru dimulai.

Wasit OkiDwi Putra lalu ambruk saat para pemain dan perangkat pertandingan menepi guna menghirup udara yang lebih baik. Okilangsung dilarikan ke mobil ambulans dan dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan. Wasit cadangan Marjokomelanjutkan tugas Oki.

Pada laga itu, sekitar 4.000 suporter Madura United yang tergabung dalam K-Conk mania berpesta merayakan ulang tahun ke-7. Setelah Madura United unggul dua gol, suporter langsung menyalakan cerawat dari tribune timur.

Ratusan suporter yang berada di tribune selatan sudah mencegah rekan-rekannyauntuk mematikan cerawat. Sayang, kepulan asap sudah terlanjur keluar dari cerawat dan akhirnya membuat pandangan mata di stadion itu mengepul.

Pada laga itu, sekitar 4.000 suporter Madura United yang tergabung dalam K-Conk mania berpesta merayakan ulang tahun ke-7. Setelah Madura United unggul dua gol, suporter langsung menyalakan cerawat dari tribune timur.

Pemilik MaduraUnitedAchsanulQosasiterlihat gelisah dan mencoba mengimbau suporter untuk mematikan cerawat. Tak hanya mengganggu pertandingan, klub akan disanksioleh operator TSC, yakni PT GTSdengan denda Rp 10 juta. Tentu hal itu sangat disayangkan mengingat klub sudah profesional dengan mencari dana sendiri.

PT GTSsangat ketat memberlakukan aturan tersebut. Klub yang didenda harus membayar paling lambat tujuh hari setelah surat sanksi diterbitkan.

Selain itu, PT GTSjuga tetap memberi sanksi kepada klub, meski suporter menyalakan flarepada menit 90+3 alias akhir pertandingan. Hal itu terjadi saat Aremamelawan Persiba Balikpapan, di mana Aremania menyalakan flarepada menit akhir dan klub tetap didenda.

(red/iti/mi/anik/SUH)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!