Sudah Sepekan Pendaki Semeru Asal Swiss Belum Ditemukan

69

redaksi.co.id – Sudah Sepekan Pendaki Semeru Asal Swiss Belum Ditemukan

Sudah sepekan pendaki Gunung Semeru asal Swiss, Lionel Du Creaux (26), belum ditemukan sampai Minggu (12/6/2016).

Saat mendaki bersama rekan seperjalanannya, Alice Guignard, keduanya tidak melapor ke Pos Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Gilirang Lionel menghilang, Alice melapor ke pos, itu pun setelah dua hari tersesat.

“Sampai hari ini belum kami temukan dan masih mencari,” ujar Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Wilayah III Senduro, Budi Mulyanto, kepada Surya, Minggu (12/6/2016).

Pencarian dilakukan melalui SAR terbuka dengan menutup jalur pendakian sejak Kamis (9/6/2016). Kali ini dikerahkan sebanyak 75 personel gabungan antara lain dari saver, porter, juga Basarnas Jember dan SAR Lumajang.

Pencarian dilakukan melalui dua rute, yakni dari atas dimulai dari Kalimati turun ke area Blank 75 (jurang berkedalaman 75 meter). Dan satu tim berangkat dari bawah dimulai dari Tawonsongo di Kecamatan Pasrujambe naik sampai ke blank merah. Blank merah merupakan jurang yang terletak di bawah blank 75.

Pada Senin (13/6/2016) tepat sepekan Lionel dinyatakan hilang, karena temannya melapor ke Pos Ranupani, Senin (7/6/2016) lalu. Budi berharap Lionel masih bertahan hidup.

Budi menambahkan, ada sejumlah kemungkinan nasib penyintas Semeru ketika sepekan tersesat. Bisa jadi dia selamat dengan mencapai perkampungan terdekat.

“Kalau sampai sepekan ini penyintas belum mencapai perkampungan terdekat kawasan, bisa jadi penyintas masih berada di jalur pendakian, terperosok atau jatuh dan mengalami cedera. Kemungkinan-kemungkinan itu memang ada, tetapi kami terus berharap penyintas bisa selamat,” imbuh dia.

SAR tersebuka akan dilakukan selama tujuh hari sejak Kamis (9/6/2016). Pihak TNBTS sudah berkoordinasi dengan Konsulat Jenderal Kehormatan Swiss di Surabaya.

Akhir pekan lalu, perwakilan Konjen Kehormatan Swiss juga ikut ke Semeru melihat proses pencarian.

“Pihak Konjen Kehormatan Swiss bahkan juga menawarkan bantuan, apakah membantu mencari memakai helikopter atau anjing pelacak. Mereka sangat responsif, tetapi sejauh ini kami masih mencari penyintas melewati jalur darat,” tegas dia.

Alice yang kini menginap sementara di Malang ikut mencari temannya.

(red/ijayanto/W)

loading...

Comments

comments!