Waspadai Pencurian Data Melalui ATM dan Ketahui Tips untuk Menghindarinya

194

redaksi.co.id – Waspadai Pencurian Data Melalui ATM dan Ketahui Tips untuk Menghindarinya

Semakin canggih teknologi perbankan, maka makin canggih pula modus operandi kejahatan di perbankan tersebut. Salah satu yang diincar oleh penjahat di bidang perbankan adalah mesin ATM. Mengapa mesin ATM yang diincar? Karena mesin ini jumlahnya banyak dan tersebar di mana-mana. Mesin ini juga relatif tidak terjaga dan hanya mengandalkan kamera CCTV.

Sehingga makin menguatkan keyakinan bahwa Mesin ATM merupakan sarana mudah bagi para penjahat untuk mengeruk uang dari rekening Anda. Salah satu Cara paling umum dilakukan penjahat ATM adalah dengan menempatkan alat sederhana di lubang tempat memasukkan kartu ATM.

Berdasarkan penyelidikan kasus yang pernah terjadi di negara tetangga Australia bentuk alat tersebut disesuaikan dengan model masing-masing ATM sehingga bisa saja berbeda dari satu ATM ke ATM lain. Dengan bantuan alat tersebut, para penjahat dengan mudah mengorek data perbankan Anda termasuk PIN yang seharusnya sangat dirahasiakan. Sedemikian canggihkah alat tersebut bekerja? Sebenarnya prinsip kejahatan dengan mencuri data (phising) melalui alat ini relatif sederhana, namun sangat efektif jika tidak terdeteksi oleh pengguna ATM maupun kamera CCTV.

Waspadai Kejahatan Pencurian Data melalui Mesin ATM

Kejahatan Melalui Mesin ATM via bitcoinist.net

Di Indonesia sendiri, kasus kejahatan pencurian data melalui mesin ATM belum sebanyak di negara tetangga seperti Australia. Walaupun kasus rekening nasabah yang tiba-tiba berkurang memang sempat muncul di media beberapa waktu yang lalu. Hasil pengembangan lebih lanjut terungkap beberapa modus dengan teknik skimming yang akan dijelaskan dalam uraian di bawah ini. Namun demikian ada baiknya belajar dari kasus yang terjadi di negara lain untuk menambah wawasan kita tentang kejahatan perbankan ini karena secara prinsip model dan transaksi bisnis melalui ATM relatif sama sehingga kita bisa mengantisipasi agar tidak terjadi di sini.

Di negara tetangga modus pencurian data melalui mesin ATM menggunakan fasilitas Alat perekam berbentuk bulat dan warna hijau untuk meniru lubang ATM yang lazim di Australia. Untuk mendapatkan data yang diincar, Alat tersebut dilengkapi dengan chip yang akan merekam data pribadi Anda (phising). Proses pencurian data menggunakan sebuah kamera kecil diletakkan di salah satu sisi untuk merekam saat tangan Anda memencet kode PIN. Tahap selanjutnya pencuri akan mengkopi semua data pribadi pemilik rekening, lalu dengan mudah mengakses data perbankan Anda.

Cara Kerja Skimming viadfi.wa.gov

Kejahatan perbankan ini tergolong canggih dan profesional karena menggunakan sejumlah peralatan, seperti alat pemindai magnetis yang disebut skimmer, dudukan slok kartu di mesin ATM, serta kamera. Ada tim khusus dengan pembagian tugas yang spesifik sesuai bidangnya masing-masing. Saat nasabah bertransaksi, otomatis data yang dimiliki korban tercatat melalui alat pindai tersebut. Pelaku bisa dengan mudah mengakses data ATM nasabah. Sebelum aksi kejahatan dilakukan, penjahat sudah menyiapkan kartu palsu untuk transaksi dengan data yang sudah di ambil dari kartu asli nasabah. Data itu kemudian dimasukkan ke dalam kartu palsu dan kemudian digunakan untuk bertransaksi.

Kasus kejahatan perbankan ini merupakan temuan tim ID-SIRTII dari Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri). Tim detektif Polri itu menemukan modus kejahatan perbankan dengan menggunakan alat perekam data magnetis seperti ATM dan i-banking (router). Kejahatan ini relatif susah di deteksi secara kasat mata sehingga membuatnya lebih aman untuk dipasang di ATM.

Penjahat rupanya komplotan profesional dan sempat memasang router di sebuah ATM di Bali. Kemudian pada mesin ATM dipasang alat berukuran sebesar modem itu di antara kabel server dan tombol serta layar. Dengan begitu, data berupa pin dan data yang tersimpan dalam pita magnetis (garis hitam di ATM) bisa terekam dengan mudah.

Teknik pencurian data melalui router ini bekerja dengan cara menduplikat semua data nasabah bank yang bertransaksi di ATM terbaca. Sedikit beda dengan metode skimming yang memerlukan alat pembaca data elektromagnetik dan kamera tersembunyi untuk melihat pin nasabah, lalu mencetaknya di kartu baru, teknik dengan router ini mengambil semua data dan menyimpannya. Setelah router terpasang pelaku kejahatan pembobolan rekening tersebut tinggal mengambil router itu kemudian data yang terekam di dalamnya akan dimasukkan dalam kartu ATM yang kosong dan proses pencurian dana nasabah bisa dilakukan dengan mudah. Masyarakat harus waspada dengan modus baru ini.

Hindari Penipuan ATM viaaiircdn.com

Setelah di atas, nasabah mesti waspada terhadap teknik kejahatan seperti ini. Pastikan di setiap ATM biasanya terdapat kamera yang diletakkan oleh pihak bank untuk merekam kejadian di dalam bilik ATM dan CCTVdalam kondisi normal, tidak tertutup atau terhalang media apapun dalam merekam aktivitas nasabah. Kamera ini tentu bermanfaat bila terjadi tindak kejahatan dan sebagainya. Nasabah perlu waspadai adalah kamera tersembunyi atau kamera lain yang dipasang penjahat untuk merekam PIN Anda.

Makin canggihnya modus kejahatan perbankan membuat nasabah harus selalu waspada. Tak ada salahnya untukselalu memantau buku atau laporan rekening Anda. Anda harus paham keluar masuk dana di rekening anda. Jika ada transaksi yang tidak Anda pahami, segera konsultasikan dengan bank Anda untuk mendapat penjelasan lebih lanjut.

(red/ovi/riawan/NT)

loading...

Comments

comments!