Ini Tiga Penyanyi Religi Dunia yang Populer di Bulan Ramadan

redaksi.co.id - Ini Tiga Penyanyi Religi Dunia yang Populer di Bulan Ramadan Di suasana Ramadhan seperti ini, beberapa lokasi keramaian kerap memperdengarkan musik-musik religi.Ya, mendengarkan musik-musik...

143 0

redaksi.co.id – Ini Tiga Penyanyi Religi Dunia yang Populer di Bulan Ramadan

Di suasana Ramadhan seperti ini, beberapa lokasi keramaian kerap memperdengarkan musik-musik religi.

Ya, mendengarkan musik-musik religi juga ternyata bisa membuat hati lebih teduh, tenang, dan bersemangat dalam menjalani ibadah puasa.

Apalagi ada ungkapan bahwa, ‘musik yang kamu dengar akan menentukan kualitas pribadimu’.

Tak dipungkiri, perkembangan lagu-lagu religi saat ini sangat pesat, kiprahnya mampu memberikan warna tersendiri bagi belantika musik dunia.

Lagu-lagu religi yang dulunya hanya dilantunkan oleh grup Qasidah atau Nasyid saja, kini dapat didendangkan oleh siapa saja.

Sejauh ini, musisi muslim belum bicara banyak di panggung internasional.

Belum lama ini, ada penyanyi muda pendatang baru, yang mampu membawa musik-musik religi di mata dunia.

Dikutip dari beberapa sumber, berikut 3 penyanyi religi yang populer di dunia, baik pendatang baru maupun yang sudah tidak asing terdengar.

1. Humood Alkhuder

Humood Alkhudher adalah pemuda kelahiran Kuwait, 24 Januari 1989.

Humood mengusung jenis musik anti mainstream, yakni Arabic pop.

Albumnya dengan gaya Arabic pop telah dirilis 18 Januari 2015 yang lalu, bertajuk Aseer Ahsan.

Single ‘Kun Anta’ dalam album Aseer Ahsan, ditonton lebih dari 30 juta orang melalui Youtube, yang sebagian besar penontonnya berasal dari Indonesia.

Selain penampilan dan musik islami yang menarik, Humood juga memiliki idealisme dalam bermusik.

Lagu-lagu yang dibawakan Humood memiliki pesan positif, nilai moral dan kasih sayang.

Salah satunya, Lagu ‘Kun Anta’ yang kini akrab di telinga anak muda Indonesia.

Lagu itu membagikan pesan kepada anak-anak muda untuk jadi diri sendiri dan tidak mudah terpengaruh dengan keadaan sekitarnya.

Pesan sederhana dan relevan dengan kehidupan anak muda itu, mampu merebut hati para pendengarnya.

Bersama Harris J, ia tergabung dalam satu label rekaman bernama Awakening Records sebagai pelopor industri musik yang melahirkan musik beraliran islam modern yang menginspirasi dan menyampaian pesan-pesan religi dan perdamaian.

2. Harris J

Harris Jung atau sering disebut Harris J, merupakan seniman muda muslim yang lahir di London, Inggris.

Harris J lahir dari seorang ayah keturunan India dan Irlandia serta Ibu keturunan Jamaica dan Inggris.

Darah campuran yang mengalir dalam tubuh anak remaja ini, membuatnya kaya dalam pengetahuan musik.

Harris J menguasai berbagai jenis musik, mulai dari R&B, Pop, Pop Elektro dan Jazz.

Penyanyi berusia remaja ini telah merilis album pertamanya pada bulan September 2015 yang lalu ke seluruh dunia.

Melalui 6 single, yaitu : Salam Alaikum, Rasool’Allah , Eid Mubarak (ft. Shujat Ali Khan), Worth It (ft. Saif Adam), I Promise dan Good Life.

Salam Alaikum telah ditonton lebih dari 5 juta penonton dan saat ini tengah popular di youtube.

Selain itu, lagu Harris yang lainnya seperti Worth it, You Are My Life, My Hero bertema islami dengan aliran musik Pop dan RnB yang kekinian.

Walaupun bergenre Pop mainstream, tak membuat lagu ini kalah keren dengan lagu-lagu Pop barat lainnya.

Lagu-lagu Harris J dapat dinikmati oleh semua kalangan.

Perbedaan paling besar antara Harris J dengan kebanyakan penyanyi pria seusianya, tentunya di tema-tema lagu yang ia usung.

Dalam setiap lagunya, Harris J memberi unsur dakwah atau pesan damai dan cinta dalam agama islam kepada dunia

3. Maher Zain

Siapa tak kenal Maher Zain, penyanyi religi asal Swedia ini merupakan penyanyi yang terkenal berkat albumnya yang berjudul Thank You Allah.

Otomatis, namanya ikut masuk dalam jajaran penyanyi religi paling terkenal sedunia.

Namanya langsung meroket berkat lagu berjudul ‘Insha Allah’.

Lagu-lagu Maher sebagian besar hampir menggunakan jenis RnB.

Pada tahun 2006, Maher Zain mendapat kesempatan untuk terjun ke dunia musik yang lebih tinggi lagi, ia diajak ke Amerika Serikat oleh salah satu produser musik.

Namun di sinilah ia bimbang dan akhirnya memutuskan untuk kembali ke Swedia dan memperdalam Islam.

Hasilnya luar biasa, beberapa tahun kemudian, Maher Zain sukses mengguncang dunia lewat lagu-lagunya.

Pada tahun 2011, beberapa lagu Maher dibuat versi bahasa lain, seperti lagu Insha Allah dan For the Rest of My Life yang dialihkan ke dalam bahasa ke Bahasa Indonesia.

Judul lagunya pun berubah dari For the Rest of My Life menjadi Sepanjang Hidup.

Maher Zain juga sempat berkolabirasi dengan penyanyi Muslim lainnya asal Kanada, Irfan Makki dalam “Ya Nabi Salam ‘Alaika” dan “I Believe”.

Album Thank You Allah pun meraih 8x Platinum di Malaysia, dan 2x Platinum di Indonesia.

(red/ramanta/utra/amungkas/BPP)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!