5 Ide Bisnis Rumahan yang Bisa Bertahan Lama

redaksi.co.id - 5 Ide Bisnis Rumahan yang Bisa Bertahan Lama Menjalankan bisnis gak semudah yang dipikirkan, terkadang maju dan gak jarang lesu. Salah satu keluhan soal...

43 0

redaksi.co.id – 5 Ide Bisnis Rumahan yang Bisa Bertahan Lama

Menjalankan bisnis gak semudah yang dipikirkan, terkadang maju dan gak jarang lesu. Salah satu keluhan soal lesunya bisnis adalah dipicu oleh pergerakan rupiah juga loh. Tapi di tengah keluhan itu, ada beberapa pebisnis yang tersenyum lebar.

Pebisnis ini mengambil ide bisnis rumahan yang gak terpengaruh anjloknya mata uang dalam negeri.

Simak dulu deh 5 ide bisnis rumahan yang gak bakal ikutan lesu kayak rupiah yang bisa kamu pertimbangkan.

Yang pertama adalah ide membuka bisnis kerajinan tangan dengan bahan murni dari dalam negeri. Kalau punya modal lebih, bisa mempekerjakan pegawai.

Tapi kalau gak bisa, pilihannya entah itu kita bikin sendiri dengan skill sendiri atau kerja sama dengan usaha kecil-menengah di daerah.

Contoh, di Sumedang dan Sleman, ada tuh desa penghasil kerajinan bambu. Kalau mau bisnis kerajinan tanah liat, bisa kulakan di Kasongan, Bantul atau Yogyakarta.

Ayo mas yang bagus ya bikinnya biar makin laris hehehe

Kita harus pahami dulu seluk-beluk kerajinan yang akan ditekuni sebagai bisnis. Supaya bisa memasarkannya dengan baik, siapa tahu juga bisa sampai ke negeri tetangga.

Semisal kulakan patung tanah liat hiasan meja seharga Rp 3.000. Di pasar mancanegara, patung kayak gitu bisa dihargai sedikitnya US$ 1. Terlebih lagi kalau bentuknya eksotis kayak tokoh wayang.

Nah, yang satu ini lagi booming loh. Bisnis hijab, yup, dan gak perlu produksi sendiri. Bisa ambil dari pemasok, semisal dari Pasar Tanah Abang, lalu dijual lagi. Tapi harus pandai tawar-menawar biar bisa dijual lagi dengan dengan harga lebih tinggi.

Untuk hijab pasar di dalam negeri masih bagus karena Indonesia adalah negara dengan penduduk mayoritas muslim. Kalau mau menggasak peluang lain, pasarkan juga di negeri yang warganya banyak yang muslim, seperti Malaysia, Brunei, atau Arab Saudi.

Contoh saja hijab di Pasar Tanah Abang seharga Rp 50 ribu rata-rata dibanderol 49 ringgit di Malaysia loh. Dengan kurs 1 ringgit sekitar Rp3.500, bisa untung 2 kali lipat!

Kalau kita bicara soal bisnis katering, modal pasti agak besar karena keperluannya banyak. Seperti beli peralatan masak, bahan serta gaji asisten.

Tapi sebagai pemula, cari proyek kecil-kecilan dulu aja, semisal nembusin seminar/workshop dengan peserta 50 orang.

Jangan cuma jago makan dong, jago masak buat usaha juga!

Bikin menu yang bahannya mudah dicari di pasar lokal untuk menekan pengeluaran. Kalau mau bisnis katering makanan Jepang atau Korea, misalnya, gak cukup dengan modal Rp 20 juta. Jangan lupa, harus pintar masak juga dong!

Semisal, katering dengan menu gudeg untuk 100 tamu undangan. Harga tiap porsi ditetapkan Rp 25 ribu, sedangkan belanja modal cuma Rp 20 ribu, ada keuntungan Rp 5.000 x 100= Rp 500 ribu. Itu baru satu acara. Dalam sebulan acara bisa lebih dari sekali. Bayangkan!

Sebagai informasi aja nih, batik Indonesia sudah diakui UNESCO loh, jadi punya nama baik di dunia internasional. Kalau mau bisnis batik berkualitas, misalnya batik tulis, otomatis modalnya juga besar karena harganya pun mahal.

Kita bisa juga kerja sama dengan kelompok-kelompok pembatik di daerah seperti Solo, Pekalongan dan Yogyakarta untuk memproduksi batik. Atau mau fokus ke pasar luar negeri lewat toko online dengan pengantar berbahasa Inggris juga bisa.

Semisal, kulakan batik tulis di Solo dengan harga Rp 200 ribu. Di pasar luar negeri, misalnya Amerika, batik tulis bisa dihargai hingga US$ 50. Di luar negeri juga sering ada pameran produk dalam negeri yang difasilitasi pemerintah. Acara kayak gini bisa dimanfaatkan untuk pemasaran produk batik.

Siapa sih yang gak suka batik?

(red/endarmono/l/idarto/HAS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!