Cerita Enam Paus yang Mati Terdampar di Pesisir Probolinggo

179

redaksi.co.id – Cerita Enam Paus yang Mati Terdampar di Pesisir Probolinggo

Enam paus dikabarkan mati terdampar di Pantai Randupitu, Desa Pesisir, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Kamis, 16 Juni 2016. Enam paus itu merupakan bagian dari 32 paus yang terdampar pada Rabu siang, 15 Juni 2016.

Kepala Desa Pesisir Senemo mengatakan ada enam paus yang tidak bisa diselamatkan. “Puluhan paus lainnya saat ini masih terus kami coba halau ke tengah laut,” kata Senemo kepada Tempo , Kamis pagi ini. Dia mengatakan air laut saat ini sudah pasang, sehingga puluhan paus itu sudah bisa dihalau ke tengah.

Sebanyak 32 paus berukuran 3 hingga 4 meter terdampar di Pantai Randupitu, Desa Pesisir, Kabupaten Probolinggo, Rabu, 15 Juni 2016. Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Probolinggo, Deddy Isfandi menduga penyebab terdamparnya 32 paus pilot ( pilot whale ) di pesisir Probolinggo karena sakit akibat keracunan.

Deddy mengatakan dugaan sementara itu berdasarkan analisis ahli biologi laut. Mereka mengatakan peristiwa ikan paus yang terdampar dengan jumlah hingga 32 ekor ini baru kali pertama terjadi di pesisir Utara Kabupaten Probolinggo. Habitat paus pilot itu sebenarnya bukan di perairan Probolinggo ini. Terdamparnya puluhan paus ini diduga ada kaitannya dengan badai yang bergejolak di Laut Selatan.

“Badai itu mengakibatkan semua kehidupan di laut itu teraduk-aduk, termasuk ikan ini. Semua plankton-plankton juga ikut teraduk, ada yang memang makanannya dan ada yang beracun,” kata Deddy. “Secara fisik paus oleng terkena hantaman arus dan gelombang yang kuat. Sebenarnya arus bawah yang luar biasa kuatnya,” katanya.

Arus bawah itu membuat semuanya teraduk hingga plankton naik ke atas. Berdasarkan hasil identifikasi dengan para ahli biologi laut, ada dugaan kalau rata-rata paus itu mengalami keracunan. “Yang terdampar sampai sore tadi 32 ekor, yang masih masih sehat banyak,” ucap Deddy.

Paus memiliki interaksi sosial sangat bagus. “Kalau ada temannya sakit, dia akan menolong terus. Dan ini bahayanya kalau semuanya ikut kan bisa mati semua. Untungnya sebagian bisa dihalau,” katanya. Dia tidak tahu berapa jumlah kerumunan ikan ini yang ditengah.

Dedy yakin masyarakat akan mengamankan ikan-ikan itu. Nelayan menganggap paus sebagai sahabat karena biasanya kalau ada paus berarti nelayan akan panen ikan. “Secara rasio teknis, berarti betul di sini (perairan Probolinggo) banyak plankton atau nutrien. Kenapa paus sampai masuk berarti ada banyak makanan di sini.” DAVID PRIYASIDHARTA

(red/ahmat/dhy/urniawan/RAK)

loading...

Comments

comments!