Kala Donald Trump Jadi Bahan Olok-olok Bocah 13 Tahun

redaksi.co.id - Kala Donald Trump Jadi Bahan Olok-olok Bocah 13 Tahun Transformasi seorang Donald Trump dari bintang reality show menjadi kandidat calon presiden Amerika Serikat (AS)...

12 0

redaksi.co.id – Kala Donald Trump Jadi Bahan Olok-olok Bocah 13 Tahun

Transformasi seorang Donald Trump dari bintang reality show menjadi kandidat calon presiden Amerika Serikat (AS) asal Partai Republik sejak awal telah mengundang berbagai reaksi. Ia bahkan dijadikan bahan candaan oleh bocah perempuan berusia 13 tahun, Lori Mae Hernandez.

Lori adalah kontestan ajang pencari bakat America’s Got Talent. Ia tampil di panggung membawakan stand up comedy. Demikian seperti dilansir Independent, Kamis (16/6/2016).

America’s Got Talent, ini sangat mengagumkan! Saya bahkan telah meninggalkan pekerjaan yang lebih penting agar dapat berada di sini,” ujar Lori membuka aksi stand up comedynya.

Dalam kesempatan itu, Lori mengangkat tema babysitter. Ia menjelaskan betapa dirinya sangat tidak layak menjadi seorang pengasuh bayi.

“Saya bukan tamatan SMA, tidak pernah menginjak bangku SMA, saya tidak memiliki SIM, bahkan saya tidak boleh duduk di jok depan…,” kata Lori.

Gadis itu pun menjelaskan satu-satunya kualifikasi yang ia miliki untuk menjadi babysitter.

“Satu-satunya kualifikasi yang saya miliki untuk menjadi babysitter adalah saya pernah menjadi seorang bayi. Itu gila,” ungkap gadis itu diiringi derai tawa penonton.

“Seperti halnya mengatakan, ‘Hei, kamu kelihatan sakit, kamu mau menjadi doktor saya? atau hei, kamu bintang reality show, kamu ingin menjadi presiden AS?,” tanya Lori menutup penampilannya.

Kalimat akhir yang dilontarkan Lori disambut dengan standing applause oleh dua juri dan sejumlah penonton. Semua yang hadir tak kuat menahan tawa akibat ‘lelucon’ terkait Trump itu.

Gadis berkacamata itu awalnya cukup gugup, namun dengan cepat ia berhasil menguasai panggung. Lori mengaku ia telah melakukan stand up comedy sejak 3 tahun lalu.

Keahliannya dalam melakukan lawakan tunggal itu berawal dari keinginan Lori untuk menghibur sang ayah yang menderita bell’s palsy — stroke ringan yang menyebabkan penderita tak bisa menggerakkan bibir baik sebelah kiri atau kanan.

(red/aini/J)

In this article
  • Uncategorized

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!