Fenomena Kemarau Basah, Petani Bojonegoro Waspadai Hama

120

redaksi.co.id – Fenomena Kemarau Basah, Petani Bojonegoro Waspadai Hama

Para petani di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mewaspadai serangan hama yang akan datang saat kemarau basah. Kewaspadaan ini muncul setelah muncul peringatan dari Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro tentang meningkatkan hama tikus dan wereng cokelat saat lahan pertanian lembap lantaran kemarau basah.

Saiful, petani asal Desa Temu, Kecamatan Kanor, bersama kelompok tani desanya telah menyiapkan antisipasi untuk serangan hama saat kemarau basah tiba. “Kami sudah menyiarkan kabar ini ke warga setempat,” katanya kepada Tempo, Kamis, 16 Juni 2016.

Dia dan warga desa sekitar sudah mulai memberantas hama tikus di lahan seluas 500 hektare. Hasilnya, petani menangkap 250 kilogram tikus.

Warga menggali lubang tikus dan memasukkan air panas. “Tikus berhamburan dalam kondisi tak berdaya. Kita tinggal pukul di kepala sampai mati,” Saiful bercerita.

Sejak Mei hingga pekan kedua Juni, hama tikus menyerang setidaknya 234 hektare padi di Bojonegoro. Jangkauan luasan hama penggerek lebih luas lagi, yakni 583,7 hektare. Sedangkan hama putih palsu menyerang lahan padi seluas 122,5 hektare dan hama belalang seluas 6 hektare.

Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro Bambang Sutopo mengatakan populasi berbagai jenis hama bisa meledak saat kemarau basah. “Ketersediaan pangan berkurang saat tanah lembap karena kemarau basah,” ujarnya. “Imbasnya, padi jadi sasaran serangan hama.”

SUJATMIKO

(red/ovi/riawan/NT)

loading...

Comments

comments!