Dituduh Curi Desain, Cina Larang Apple Jual iPhone 6

122

redaksi.co.id – Dituduh Curi Desain, Cina Larang Apple Jual iPhone 6

Apple diperintahkan untuk menghentikan penjualan iPhone 6 dan iPhone 6 Plus di Beijing oleh otoritas Cina. Otoritas Cina menganggap raksasa teknologi Amerika itu telah meniru desain dari sebuah ponsel Cina.

Biro Kekayaan Intelektual Beijing baru-baru ini menyatakan perusahaan asal California itu telah melanggar hak paten dari 100C, perangkat yang diproduksi oleh Baili sebuah perusahaan asal Shenzhen, Cina selatan. Apple dan mitra distribusinya di Beijing, Zhongfu Telecom Equipment, telah mengajukan banding atas putusan itu ke Pengadilan Kekayaan Intelektual Beijing, sebagaimana dilaporkan situs People.

Menurut laporan tersebut, Baili mengklaim Apple telah mendesain iPhone 6 dan iPhone 6 Plus berdasarkan produk ponselnya, 100 Plus. Baili meminta Biro Kekayaan Intelektual Beijng untuk memerintahkan Apple dan mitra distribusinya agar menghentikan penjualan iPhone 6 dan iPhone 6 Plus.

Baili mengajukan permohonan paten kepada otoritas Cina untuk ponsel 100 Plus pada 13 Januari 2014, menurut The Paper , sembilan bulan sebelum Apple merilis iPhone 6. Aplikasi itu telah disetujui pada Juli 2014.

Pada 10 Mei, Biro Kekayaan Intelektual Beijing menyimpulkan bahwa Apple telah melanggar paten Baili tersebut. Meskipun iPhone 6 dan iPhone 6 Plus memiliki perbedaan kecil dari 100 Plus, mereka begitu halus sehingga rata-rata pelanggan tidak akan melihatnya, demikian pernyataan Biro itu.

“Jadi hal ini termasuk kategori perlindungan hak paten.”

Biro tersebut juga memerintahkan Apple dan Zhongfu Telecom Equipment menghentikan penjualan dua model itu di wilayah keputusannya, Beijing, ibu kota Cina, sesuai dengan Pasal 60 dalam Undang-Undang Paten Cina.

Baili adalah perusahaan yang sedikit diketahui dan tidak memiliki website resmi. Tidak seperti merek ponsel Cina lainnya, antara lain Xiaomi dan Meizu, produk Baili ini sulit ditemukan di pasar mainstream.

Secara khusus, ponsel 100 Plus tidak tersedia pada situs e-commerce utama di negara itu, seperti Taobao.com, JD.com, dan Amazon.cn. Di sisi lain, produk Apple sangat populer di Cina.

Pembukaan toko-toko Apple di kota Cina biasanya menarik rombongan penggemar Apple yang akan antre berjam-jam atau bahkan berhari-hari untuk menjadi yang pertama masuk ke toko-toko itu. DAILYMAIL | ERWIN Z.

(red/urista/urnamasari/NP)

loading...

Comments

comments!